BeritaInternasional

1,5 Juta Jamaah Haji telah Tiba di Mekah

MEKAH (Jurnalislam.com) – Hampir 1,5 juta kaum Muslimin dari seluruh dunia telah tiba di Arab Saudi hari Kamis untuk melakukan ibadah haji tahunan, dan tidak terpengaruh oleh insiden tahun lalu, Al Arabiya News Channel melaporkan, Kamis (08/09/2016).

Saat suhu melebihi 40 C (105F), jamaah Haji memadati sprawling Makkah, kompleks Masjid Agung dengan pendingin udara (AC) untuk berjalan di sekitar Ka’bah – yang menjadi arah kiblat sholat Muslim di seluruh dunia.

Dalam salah satu aturan pertama haji, yang secara resmi dimulai pada hari Sabtu, jamaah berpakaian putih mengambil giliran mereka mengitari Ka’bah dalam prosesi yang terus berlangsung 24 jam sehari.

Jamaah yang tidak bisa berjalan didorong di sekitar masjid di atas kursi roda oleh petugas.

Keran-keran air tersedia bagi jamaah yang haus, dan pengunjung dapat makan di tempat-tempat makanan cepat saji yang besar di pusat komersial di dalam kompleks, di mana mereka juga dapat berbelanja.

Tapi begitu pengeras suara memperdengarkan panggilan adzan untuk sholat, toko-toko tutup dan jamaah berbaris rapi mengikuti shafnya dan siap untuk sholat.

Di luar semua pintu masuk Masjid al-Haram, polisi Saudi mengontrol pergerakan jamaah haji di antara penghalang plastik hijau.

Sedikit saja melangkah keluar dari garis, seorang polisi akan memanggil melalui megafon untuk memerintahkan mereka kembali ke tempat.

Pada saat sholat, akses menuju Ka’bah ditangguhkan dan orang yang berjalan di sekitarnya berhenti untuk menghindari desak-desakan.

Ini adalah salah satu dari beberapa langkah-langkah keamanan yang dikatakan pihak berwenang.

Penyerbuan dalam insiden tahun lalu dan factor keamanan berkecamuk di pikiran seorang jamaah dari Pantai Gading, Mrs. Coulibaly, 49 tahun.

“Tapi sejak tiba di bandara kami telah dilayani dan diawasi dengan sangat baik. Jadi saya merasa nyaman dan benar-benar bisa fokus untuk beribadah,” katanya.

Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, Iran tidak akan bergabung dengan jamaah lain setelah pembicaraan antara Teheran dan Riyadh mengenai logistik dan keamanan gagal pada bulan Mei.

Iran mengirim 60.000 warganya ke tanah suci tahun lalu, dan mengklaim jumlah tewas terbesar dalam insiden terinjak-injak tahun lalu sebesar 464 orang.

Related Articles

Back to top button