Internasional

2 Pasukan Khusus AS dan 3 Tentara Komando Tewas Diterjang Peluru Taliban di Kunduz

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistaan (Taliban) menewaskan dua pasukan khusus AS dan melukai dua lainnya dalam serangan di provinsi Kunduz, Afghanistan utara. Tentara AS yang beroperasi sebagai bagian dari “misi pelatihan, memberikan nasihat dan membantu” operasi Resolute Support, The Long War Journal melaporkan, Kamis (03/11/2016).

Siaran pers operasi Resolute Support mengumumkan kematian tentara itu:

Dua anggota pasukan AS tewas akibat luka-luka selama operasi di distrik Kunduz, provinsi Kunduz hari ini. Dua anggota pasukan AS lainnya terluka dalam operasi …

Pasukan AS diserang tembakan selama pelatihan, saat memberikan nasihat dan membantu misi dengan mitra Afghanistan kami untuk menghapus posisi Taliban dan mengganggu operasi Taliban di distrik Kunduz.

Kebijakan Departemen Pertahanan AS adalah untuk menahan identitas pasukan hingga pemberitahuan berikutnya. Kami akan merilis informasi tambahan yang sesuai.

Kementerian Pertahanan Afghanistan mencatat bahwa tiga pasukan komando Afghanistan dan dua tentara pasukan khusus AS tewas di Kunduz, TOLONews melaporkan.

Saat Resolute Support melakukan press release, pertempuran terjadi di distrik Kunduz, yang juga adalah ibukota provinsi. Kabupaten Kunduz adalah salah satu dari 97 kabupaten yang dikendalikan atau diperebutkan oleh Taliban, menurut sebuah studi oleh The Long War Journal.

Taliban mengakui iserangan itu pada versi bahasa Arab Voice of Jihad, dan mengatakan AS meluncurkan serangan udara terhadap warga sipil setelah tentaranya tewas. TOLONews mengatakan bahwa “laporan korban sipil yang belum dikonfirmasi menunjukkan jumlah itu cukup tinggi.”

Operasi Resolute Support mencatat pada Twitter-feed mereka bahwa “serangan udara dilakukan di Kunduz untuk membela pasukan yang diserang” dan “Semua klaim korban sipil akan diselidiki.”

Taliban menyerbu kota Kunduz pada 3 Oktober dan tetap berada di dalam Kunduz. Operasi Resolute Support bersikeras mengklaim pasukan Afghanistan membersihkan kota dalam waktu 24 jam sejak Taliban masuk bahkan saat pertempuran berkecamuk di luar kompleks gubernur di pusat kota tersebut, padahal selama sembilan hari pertempuran masih berlangsung sengit.

Related Articles

Back to top button