Internasional

4 Hari Setelah Seruan Syeikh Al Zawahiri, Pemimpin Hamas Desak Persatuan Faksi Faksi Operasional Intifadhah

QATAR (Jurnalislam.com) – Pemimpin Hamas di pengasingan, Khaled Meshaal, meminta semua faksi Palestina untuk membentuk kepemimpinan terpadu pada gelombang perlawanan Intifadah untuk menghantam zionis yahudi, desakan Khaled Meshaal ini berkumandang  setelah 4 hari lalu Syeikh Ayman al Zawahiri, Amir Al Qaeda menyerukan persatuan kaum muslimin untuk membebaskan Al Aqsha. (baca: Amir Al Qaeda: Ada Dua Hal untuk Bebaskan Al Aqsha)

Sebagaimana yang dilansir AFP, Kamis (05/11/2015), berbicara dengan video link dari Qatar, pemimpin Hamas mendesak faksi – faksi lain untuk bersatu dalam "kepemimpinan operasional intifadhah … untuk masuk dalam strategi yang disepakati demi perjuangan bersama yang mencakup semua pilihan."

Pertumpahan darah yang meletus pada awal Oktober telah merenggut nyawa belasan orang yahudi Israel, 75 warga Palestina dan 2000 lebih terluka.

Perlawanan rakyat yang terjadi banyak melibatkan warga Palestina dengan senjata apa adanya untuk  menyerang pasukan penjajah Israel dengan pisau, atau menabrakkan kendaraan ke arah mereka.

Dalam dua intifada pertama, di tahun 1987-1993 dan 2000-2005, ribuan rakyat Palestina Syahid dan banyak terluka dalam aksi perlawanan terhadap militer zionis yahudi.

Al Arbiya News Channel dalam kutipan video tersebut memberitakan, bahwa Khaled Meshaal menyerukan "perlawanan dalam segala bentuk, baik bersenjata atau tidak untuk menghadapi para pemukim yahudi dan membela tempat-tempat suci umat Islam."

Memanasnya ketegangan pada bulan September memuncak ketika Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur dianeksasi penjajah Israel, yang merupakan tempat suci Muslim ke tiga di dunia, lalu meningkat menjadi serangkaian perlawanan umat sejak 1 Oktober.

Palestina mengatakan bahwa Israel berusaha mengubah aturan yang mengatur kompleks Al Aqsha membagi waktu dan tempat Masjid bagi kaum muslimin, Perdana Menteri zionis  Benjamin Netanyahu bersikeras ia tidak akan mengubah status quonya  dalam mengambil alih Al Aqsha.

Deddy | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button