Demi Lindungi Milisi Komunis PKK, Rusia Desak Turki Tarik Pasukannya di Irak Utara

IRAK (Jurnalislam.com) – Rusia menuntut Turki menarik pasukannya dari Irak, kantor berita RIA mengutip Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016).
“Tindakan ini (menempatkan pasukan di Irak) benar-benar tidak dapat diterima,” kantor berita itu mengutip Lavrov mengatakan. “Pada prinsipnya, saya percaya bahwa apa yang Turki lakukan layak untuk mendapatkan perhatian publik jauh lebih besar pada yang dilkukan mitra Barat kami.”
Sebuah sumber dari militer Turki mengatakan pada hari Selasa bahwa pesawat tempur mereka baru-baru ini menargetkan kamp milik pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, menewaskan 14 dari milisi komunis PKK.
Militer Turki telah melakukan serangan udara rutin terhadap posisi kelompok terlarang di daerah pegunungan Irak utara, di mana mereka memiliki kamp dekat perbatasan Turki, setelah runtuhnya gencatan senjata tahun lalu.
Lebih dari 40.000 orang telah tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984 menuntut tanah air bagi komunitas minoritas terbesar Turki tersebut.
Sejak itu, kelompok ini telah menegaskan kembali tuntutan mereka dalam hal hak-hak budaya dan ukuran otonomi.
“Pesawat-pesawat Rusia tidak melakukan misi tempur apapun saat itu, sehingga tidak dapat mengatakan apapun mengenai serangan udara, di provinsi Idlib,” Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Rusia adalah sekutu kunci rezim Nushairiyah Suriah Bashar al-Assad, dan telah mendukung rezim dengan memberikan dukungan serangan udara di Suriah.
Deddy | Alarabiya | Reuters | Jurnaislam


