Internasional

Dikira Musuh, Delapan Polisi Afghanistan Tewas dalam Serangan Udara AS

KABUL (Jurnalislam.com) – Serangan udara AS menewaskan delapan polisi Afghanistan di provinsi selatan Afghanistan saat aparat militer, yang didukung oleh serangan AS sedang bertempur melawan mujahidin Taliban, pejabat mengkonfirmasi, lansir Aljazeera Senin (19/09/2016).

Rahimullah Khan, komandan operasional provinsi, mengatakan bahwa serangan udara yang pertama pada Ahad sore menewaskan seorang polisi di sebuah pos pemeriksaan di luar ibukota provinsi Tarin Kot, sedangkan serangan yang kedua, menewaskan tujuh orang lainnya.

Pejabat lain, yaitu wakil kepala polisi Uruzgan Mohammed Qawi Omari, menyebutkan korban tewas berjumlah enam orang, tetapi juga melaporkan polisi tewas oleh serangan udara asing.

Komando militer AS di Kabul menegaskan pesawat tempur mereka telah melakukan serangan udara di daerah tersebut, tapi mengatakan mereka menargetkan individu yang menembaki dan merupakan ancaman bagi Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (Afghan National Security Forces-ANSF).

“Kami tidak memiliki informasi lebih lanjut tentang siapa orang-orang tersebut atau mengapa mereka menyerang ANDSF (Afghan national defense and security forces – pasukan pertahanan dan keamanan nasional Afghanistan),” kata juru bicara militer AS Brigadir Jenderal Charles Cleveland dalam sebuah pernyataan.

“AS, koalisi, dan pasukan Afghanistan memiliki hak untuk membela diri dan dalam kasus ini memiliki hak untuk langsung menanggapi ancaman.”

Para pejabat Afghanistan mengatakan mereka sedang menyelidiki serangan itu dan berada dalam kontak dengan koalisi yang dipimpin AS.

uruzgan_0Reporter Al Jazeera Jennifer Glasse, melaporkan dari Kabul, mengatakan bahwa pertempuran untuk mendorong kembali Taliban dari provinsi Uruzgan sedang berlangsung dan bahwa pasukan AS membantu pasukan Afghanistan.

“Pada titik ini sulit untuk mengetahui apakah ini adalah kesalahan identitas atau apakah salah koordinat, tapi kita tahu bahwa ada Taliban di daerah tersebut,” kata wartawan kami.

“Tapi seperti yang sering terjadi di sini, pasukan keamanan Afghanistan terjebak di tengah, dan kali ini, delapan polisi Afghanistan dilaporkan tewas.”

Mujahidin Taliban (Imarah Islam Afghanistan) dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan serangan mereka di Uruzgan dan provinsi di selatan, termasuk jantung Taliban di Helmand.

Pasukan Afghanistan, yang didukung oleh serangan udara Amerika dan penasihat militer internasional, memerangi Taliban yang telah berjuang selama 15 tahun melawan pemerintah yang didukung Barat (NATO) di Kabul.

Mujahidin Taliban sempat memasuki ibukota Uruzgan, Tarin Kot, pada awal September.

Tahun lalu, militer AS melakukan serangan udara mematikan pada rumah sakit Doctors Without Borders (MSF) di Kunduz Afghanistan, menewaskan sedikitnya 42 orang, termasuk 24 pasien, 14 staf dan empat pengasuh.

Kesalahan teknis dan manusia menyebabkan serangan itu, militer AS mengatakan saat mempresentasikan hasil penyelidikan internal atas insiden tersebut.

 

Related Articles

Back to top button