Internasional

Pasukan India dan Pakistan Baku Tembak di Perbatasan

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Pasukan India dan Pakistan terlibat baku tembak di perbatasan yang disengketakan di Kashmir pada hari Selasa, dua hari setelah serangan mematikan di sebuah pangkalan militer yang New Delhi tuduh dilakukan oleh mujahidin yang berbasis di Pakistan, World Bulletin melaporkan, Selasa (20/09/2016).

Juru bicara militer India Kolonel Rajesh Kalia mengatakan telah terjadi “pelanggaran gencatan senjata” dekat Uri, dimana serangan hari Ahad terjadi, tapi tidak memberikan rincian. Uri terletak dekat dengan Garis Kontrol (the Line of Control-LoC) yang membagi wilayah yang disengketakan.

“Tembak menembak terjadi di daerah,” kata seorang perwira polisi senior kepada AFP tanpa menyebut nama.

Secara terpisah, Kalia mengatakan pasukan di daerah yang sama telah memblokir upaya oleh tersangka gerilyawan yang menyeberang LoC ke Kashmir India.

“Sekitar 10 hingga 12 orang berusaha untuk menyusup sektor Uri. Mereka dicegat dan upaya penyusupan digagalkan,” katanya kepada AFP.

India secara teratur menuduh rival nya mempersenjatai dan mengirim gerilyawan melintasi perbatasan yang dijaga militer yang membagi Kashmir antara kedua negara, untuk memulai serangan terhadap pasukannya.

Pelanggaran gencatan senjata 2003 terjadi sesekali. Yang terakhir dilaporkan pada tanggal 6 September tahun ini dan tidak menimbulkan korban.

Tembak menembak hari Selasa itu adalah yang pertama sejak serangan hari Ahad hingga menewaskan 17 tentara India, India mengatakan serangan dilakukan oleh mujahidin Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan.

Kelompok yang sama telah terlibat dalam serangan berani di pangkalan angkatan udara India di Pathankot di negara bagian utara Punjab pada bulan Januari. Serangan itu menyebabkan tujuh tentara tewas dan memupus harapan bangkitnya pembicaraan damai, yang telah beku sejak itu.

Korban tewas akibat serangan hari Ahad dimana orang-orang bersenjata melemparkan granat menyerbu basis, dan Perdana Menteri Narendra Modi telah bersumpah untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Modi berjanji selama kampanye pemilihan umum untuk mengambil sikap keras mengenai Kashmir dan menghadapi teguran dari veteran tentara – dan bahkan beberapa pihak di partainya sendiri – untuk aksi militer yang ia lakukan terhadap Pakistan.

Pada hari Ahad, Mendagri Rajnath Singh menuduh Pakistan “mendukung terorisme dan kelompok-kelompok teroris secara berkelanjutan dan langsung” dan menyerukannya untuk diisolasi internasional.

Namun para ahli keamanan mengatakan India tidak memiliki kemampuan militer untuk mengalahkan tetangganya di wilayah Himalaya yang terbagi, yang sudah tegang setelah berminggu-minggu terjadi bentrokan antara polisi dan demonstran yang memprotes kekuasaan India.

Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak akhir pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Kedua Negara mengklaim wilayah Himalaya yang disengketakan secara keseluruhan dan telah berjuang dalam dua perang untuk memperebutkannya.

Beberapa kelompok perlawanan muslim Kashmir telah berjuang melawan pasukan India yang diperkirakan berjumlah 500.000 yang dikerahkan di wilayah itu, menuntut kemerdekaan bagi wilayah mayoritas Muslim tersebut atau merger dengan Pakistan.

Puluhan ribu orang tewas dalam pertempuran itu, sebagian besar dari mereka warga sipil.

Related Articles

Back to top button