Bazda Sebagai Harapan Umat yang Kurang Mampu

SERANG (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Provinsi Banten, HM Supri Usman mengatakan, Banten sebagai provinsi dengan umat Islam besar sangat berpotensi menjadi ladang zakat.
“Luar biasa, Banten ini sangat berpotensi sekali. Umat Islam disini mayoritas dan sangat banyak, fanatik dengan agamanya. Hanya saja perlu dipahamkan kembali tentang aturan main,” katanya kepada jurniscom saat ditemui kantornya, Jl. Veteran No. 31 B Serang, Kamis (22/9/2016).
Menurutnya, untuk mencapai hasil yang maksimal, pemda harus ikut untuk membantu mensosialisasikan program-program Bazda.
“Pemerintah kurang melakukan komunikasi yang persuasif dengan masyarakat sehingga masyarakat kurang senang. Sebenarnya masyarakat butuh dan senang dipimpin, kami mengharapkan dapat terpilih pemimpin yang mendukung program zakat yang sangat dibutuhkan bagi umat,” ujarnya.
Supri mengaku telah menyalurkan zakat dalam berbagai bidang, salah satunya dalam pendidikan. Bazda Provinsi banten telah memberikan jaminan pendidikan kepada tujuh orang dari berbagai wilayah untuk mengenyam bangku kuliah.
“Kami konsen di pendidikan karena dengan pendidikan masalah kemiskinan dapat teratasi. Kami juga melakukan bedah rumah di 8 daerah serta menyantuni 100 aki-aki dan nini-nini (jompo-red) yang sudah tidak punya keluarga,” terangnya.
Selain itu, Bazda juga menyalurkan zakatnya kepada para narapidana di salah satu LP di Banten. “Kemarin pada saat bulan ramadhan, saya disuruh pimpinan untuk ke salah satu penjara. Saya Tanya mereka mau tidak untuk menerima fitrah, mereka mau menerima 30 ribu, saya kasih uang seneng mereka. Dikasih sarung juga untuk solat ied,” ungkapnya.
Bazda Provinsi Banten menargetkan 100 Milyar pertahun, namun tahun lalu Bazda Banten baru mampu mengumpulkan 30 Milyar.
“Bazda sangat diharapkan bagi umat tidak mampu disini. Mulai dari kesehatan hingga pendidikan. Untuk itu melalui surat-surat kami sampaikan kepada kaum muhsinin. Pedagang hingga anggota dewan harus diajak untuk membiasakan memberi,” pungkasnya.




