Internasional

Pengakuan Warga Sipil Suriah atas Kekejaman Milisi PKK-PYD

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sekelompok warga Suriah, mengatakan mereka dipaksa untuk bergabung dengan PYD dukungan AS, kemudian melarikan diri dari kelompok ekstremis tersebut dan mencari perlindungan kepada pasukan oposisi anti-assad.

Sekelompok warga Suriah mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Kamis (22/09/2016) bahwa mereka harus meninggalkan desa mereka di dekat kota Ayn al-Arab, yang dikendalikan oleh PYD, sayap Suriah dari kelompok ekstremis komunis PKK, yang memaksa mereka untuk bergabung dengan alasan “wajib militer” setelah menerima ancaman.

Warga Suriah, yang tidak ingin disebutkan namanya untuk keselamatan keluarga mereka tersebut tinggal di daerah yang dikendalikan PKK-PYD, dan menceritakan “kekejaman organisasi teroris PKK-PYD.”

Salah satu warga Suriah mengatakan bahwa organisasi teroris itu memaksa sedikitnya satu anggota dari masing-masing keluarga untuk mendukung mereka dan bahwa mereka tidak memberikan hak hidup bagi orang-orang yang tidak taat dengan kelompok mereka dengan membunuhnya.

Warga Suriah tersebut mengatakan para pemimpin organisasi PYD membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui empat hari lalu dan mengatakan ‘kita akan melawan IS di Al-Bab’.

“Mereka menempatkan kami di tempat yang benar-benar gelap. Kami tinggal di sana selama 1-2 hari. Kemudian mereka membawa kami ke bukit dan mengatakan ‘Al-Bab berada tepat di seberang,'” kata warga Suriah itu lagi.

Warga Suriah lainnya berbicara tentang penganiayaan keji milisi komunis PKK-PYD untuk orang-orang di wilayah tersebut.

Warga Suriah itu mengatakan bahwa PKK-PYD berkata kepada orang-orang: “Anda bergabung dengan kami atau tidak bisa tinggal di sini.”

“Mereka memusuh, terutama orang-orang Arab. Sebagian besar desa kami adalah Arab. Mereka merampas semua harta kami. Mereka memaksa pemuda ke dalam tentara di bawah nama ‘wajib militer,'” tambah warga Suriah itu.

Warga Suriah lain mengatakan para ektremis komunis PKK-PYD tersebut mengganggu kebebasan beragama dan memperlakukan Muslim saleh dengan kejam.

Related Articles

Back to top button