Ulama Muslim Dunia Serukan Kemarahan Global pada Khotbah Jumat Besok untuk Dukung Aleppo

DOHA (Jurnalislam.com) – Uni Internasional untuk Cendekiawan Muslim (International Union for Muslim Scholars-IUMS) yang berbasis di Doha menyerukan “hari kemarahan” dunia pada hari Jumat dalam mendukung kota Aleppo di Suriah utara, yang telah berada di bawah serangan brutal oleh rezim Assad dan pasukan Rusia, lansir World Bulletin, Selasa (27/09/2016).
Lebih dari 400 orang telah tewas dan ratusan lainnya terluka oleh serangan udara rezim Suriah dan Rusia di Aleppo sejak 19 September, ketika rezim Bashar al-Assad mengakhiri gencatan senjata selama sepekan, menurut pejabat pertahanan sipil dan sumber-sumber medis di kota.
Seruan itu “bertujuan untuk menunjukkan dukungan bagi Aleppo, yang sedang dibasmi oleh rezim Suriah fasis dan sekutu-sekutunya, sementara dunia hanya duduk diam,” kata Sekretaris Jenderal IUMS Ali al-Qaradaghi dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.
Dia mengajak para cendekiawan Muslim mendedikasikan khotbah Jumat mendatang untuk menunjukkan solidaritas dengan kota Aleppo yang hancur lebur akibat perang.
“Para ulama harus memimpin untuk mengakhiri ketidakadilan dan tirani di Suriah dan negara-negara lain yang berduka dan hancur,” katanya.
Sekretaris Jenderal IUMS tersebut melanjutkan dengan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk “menghentikan kebijakan standar ganda dan mendukung rakyat Suriah dalam perjuangan mereka memperoleh kemerdekaan.”
Suriah telah terkunci dalam perang global sejak 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad menumpas aksi unjuk rasa yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab – dengan keganasan militer tak terduga.
Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah organisasi non pemerintah yang berbasis di Beirut, telah melaporkan bahwa korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000

