AS: Tidak akan Ada Pasukan Peshmerga dan Syiah yang Tergabung dalam Merebut Mosul

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Baik Peshmerga Kurdi Irak ataupun milisi Syiah tidak akan masuk Mosul saat pasukan Irak mempersiapkan diri untuk merebut kembali kota tersebut, komandan kedua di Departemen Luar Negeri mengatakan kepada anggota parlemen Kamis (29/09/2016), lansir Anadolu Agency.
Memuji serangan yang sangat diantisipasi sebagai “puncak” operasi kontra-IS di Irak, Anthony Blinken mengatakan kepada Senat Komite Hubungan Luar Negeri bahwa AS berusaha untuk mengembangkan “hold force (kekuatan penahan)” berjumlah 15.000 pasukan Sunni Arab untuk menjamin ketertiban di kota setelah direbut.
“Inti dari kekuatan yang membebaskan Mosul akan menjadi pasukan keamanan Irak yang didukung oleh koalisi dengan dukungan Peshmerga,” katanya. “Unsur-unsur kesukuan yang sedang dilatih dan dipersenjatai, akan dibawa dengan tujuan menempatkan 15.000 dari mereka menjadi kekuatan dominan setelah kota ini dibebaskan.”
Juru bicara koalisi pimpinan AS, Kolonel Angkatan Udara John Dorrian, kepada wartawan melalui sambungan video dari Irak mengatakan bahwa Peshmerga akan terlibat dalam operasi tersebut “meskipun rincian keterlibatan mereka masih sedang dibahas.”


