Serangan Udara Rusia telah Bunuh 9.364 Orang dalam Setahun

SURIAH (Jurnalislam.com) – Aljazeerah melaporkan, Jumat (30/09/2016),bahwa lebih dari 9.000 orang, termasuk hampir 4.000 warga sipil, telah tewas dalam satu tahun serangan udara Rusia di Suriah, menurut sebuah kelompok pemantau, saat pertempuran sengit dekat kota Aleppo yang terkepung terus berlangsung.
Rusia meluncurkan serangan udara pada 30 September tahun lalu mendukung pasukan rezim Suriah, dalam intervensi militer untuk mendukung Bashar Assad.
Sejak itu, sedikitnya 9.364 orang telah tewas dalam serangan Rusia, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights–SOHR) yang berbasis di Inggris, yang menggunakan jaringan aktivis di Suriah untuk melacak perkembangan harian dalam perang.
Selanjutnya 20.000 warga sipil juga telah terluka dalam serangan udara Rusia tersebut.
Observatorium mengatakan mereka menentukan pesawat siapa yang melakukan serangan menurut jenis, lokasi, pola penerbangan dan amunisi yang terlibat.
Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Rusia bisa lebih tinggi mengingat jumlah orang yang tewas oleh jet tempur tidak diketahui.
Beberapa kelompok medis juga melaporkan serangan biadab Rusia menghantam klinik dan rumah sakit lapangan di Suriah.
Peringatan satu tahun intervensi militer Rusia itu disampaikan sehari setelah Moskow mengatakan akan menekan Suriah dengan serangan bom, mengabaikan ancaman Washington untuk menangguhkan keterlibatannya selama konflik menyusul serangan meningkat pada wilayah yang dikuasai koalisi pejuang Suriah di Aleppo.
Pesawat Suriah dan Rusia telah melakukan serangkaian serangan bom intens di Aleppo timur saat rezim Assad mengumumkan serangan pekan lalu untuk merebut kembali semua kota menyusul kegagalan gencatan senjata singkat yang ditengahi oleh Rusia dan Amerika Serikat.
Moskow dan Washington telah saling menyalahkan atas runtuhnya gencatan senjata, dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengakui pada hari Kamis bahwa bulan diplomasi untuk mengakhiri perang telah mencapai jalan buntu.
“Saya pikir kami berada di ambang penangguhan diskusi karena, seperti yang Anda tahu, tidak rasional dalam konteks jenis bom yang terjadi, untuk duduk di sana, mencoba membicarakan masalah-masalah yang serius,” kata Kerry.
Pemboman brutal di Aleppo merupakan salah satu yang terburuk dalam perang Suriah yang berlangsung lama, yang telah menewaskan sekitar 400 orang dan melukai 1.700 lainnya pada pekan terakhir.
Diperkirakan 250.000 orang masih tinggal di timur Aleppo, yang berada di bawah pengepungan ketat terus menerus – sejak pertengahan Juli, menyebabkan kekurangan makanan dan bahan bakar.
“Statistik yang cukup mengerikan,” kata reporter Al Jazeera Charles Stratford, melaporkan dari Gaziantep di sisi Turki di perbatasan Turki-Suriah, mengutip para pejabat PBB yang menyerukan evakuasi mendesak sedikitnya bagi 600 orang yang terluka di Aleppo.
Menurut Kepala bantuan PBB Stephen O’Brien, Aleppo memburuk menjadi “jurang bencana kemanusiaan tanpa ampun seperti yang telah kita saksikan sejauh ini di Suriah.”
“Situasi masih benar-benar putus asa di beberapa bagian kota, dan yang tampaknya memicu ketakutan di antara warga sipil di daerah itu sekarang adalah laporan bahwa pasukan rezim Assad dan pro-rezim Suriah mendorong maju dan lebih dekat ke pinggiran daerah itu,” kata reporter Al Jazeera Stratford.

