Koalisi Arab Selidiki Serangan di Yaman yang Tewaskan 140 Orang
YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi yang dipimpin Arab yang bertempur melawan pemberontak di Yaman, pada hari Ahad (09/10/2016) mengatakan siap menyelidiki serangan udara pada upacara pemakaman di Sanaa yang menewaskan lebih dari 140 orang, bersama dengan Amerika Serikat, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad.
Pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran menuduh koalisi Arab melakukan penyerangan, yang merupakan salah satu serangan paling mematikan sejak meluncurkan operasi militer terhadap pemberontak Syiah pada Maret tahun lalu.
Setelah awalnya menyangkal bertanggung jawab, koalisi mengatakan siap untuk memulai penyelidikan atas serangan “yang disesalkan dan menyakitkan,” yang menurut seorang pejabat PBB juga melukai lebih dari 525 orang.
“Koalisi akan segera menyelidiki kasus ini bersama dengan Tim Gabungan Penilai Insiden (Joint Incidents Assessment Team) di Yaman dan para ahli dari Amerika Serikat yang ikut dalam penyelidikan sebelumnya,” katanya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Saudi Press Agency.
“Koalisi ini juga bersedia untuk memberikan tim investigasi dengan data dan informasi yang berkaitan dengan operasi militer hari ini, di lokasi kejadian dan sekitarnya,” katanya.
“Hasil penyelidikan harus diumumkan segera setelah selesai.”
Koordinator kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick, mengatakan bahwa pekerja bantuan “terkejut dan marah” oleh serangan yang melanda ruang komunitas di ibukota Yaman saat pelayat sedang berkumpul.
Saudi membantah membom acara pemakaman Yaman, mengatakan serangan udara koalisi Arab tidak berperan dalam serangan di Sanaa, Sabtu, sumber-sumber di koalisi pimpinan Saudi mengatakan.
“Benar-benar tidak ada operasi militer yang menargetkan pemakaman itu,” salah satu sumber mengatakan, mengutip konfirmasi dari komando angkatan udara koalisi.
“Koalisi menyadari laporan tersebut dan yakin bahwa penyebab lain pengeboman harus dipertimbangkan. Koalisi di masa lalu menghindari menargetkan pertemuan seperti itu dan (pertempuran seperti itu) tidak pernah menjadi subyek target.

