Donald Trump Dilaporkan Lakukan Penyerangan Seksual

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Lebih dari dua wanita pada hari Jumat mengajukan klaim penyerangan seksual terhadap tokoh politik anti-Islam, calon presiden AS Donald Trump, Aljazeera melaporkan, Sabtu (15/10/2016).
Kejutan bulan Oktober ini tidak mengagetkan mengingat sejak terbitnya video tahun 2005 yang menunjukkan calon Partai Republik tersebut mengeluarkan komentar sangat vulgar tentang memangsa dan meraba-raba perempuan, diikuti dengan kisah oleh New York Times tentang dua orang wanita yang melaporkan Trump melakukan pelecehan seksual.
Daftar penuduh diperpanjang hari Jumat oleh mantan kontestan di acara reality show televisi, The Apprentice, yang dibintangi Trump selama satu dekade, dan seorang wanita lain yang menggambarkan sebuah pertemuan dengan sang maestro bisnis tersebut di awal 1990-an.
Selama kampanyenya di North Carolina, Trump menolak tuduhan-tuduhan tersebut. “Tidak sulit untuk menemukan segelintir kecil orang yang bersedia untuk membuat pap palsu,” katanya.
“Klaim ini menantang alasan, kebenaran, logika, akal sehat. Klaim dibuat tanpa didukung saksi,” tambahnya, menyebut pemilihan “disisipi kecurangan.”
Trump juga membuat komentar kontroversial lain tentang salah satu penuduhnya dari cerita Times, Jessica Leeds. “Percayalah, dia tidak akan menjadi pilihan pertama saya, itu yang saya dapat beritahu kepada Anda.”
Kristin Anderson, yang melontarkan salah satu dari dua tuduhan hari Jumat itu, mengatakan kepada surat kabar Washington Post bahwa Trump menyentuhnya melalui pakaian dalamnya di sebuah nightsclub Manhattan pada 1990-an.
Summer Zervos, kontestan The Apprentice pada tahun 2006, mengatakan bahwa Trump melecehkannya di sebuah hotel di Los Angeles.
Dengan mencuatnya tuduhan penyerangan seksual, jajak pendapat menunjukkan kampanye Trump kehilangan tenaga.
Setelah skandal itu pecah, Trump, yang mendekati Clinton dalam jajak pendapat dan bahkan sempat mencapai posisi seri hanya berumur pendek, turun hampir 10 poin di bawah saingannya.
Pada hari Kamis, first lady Michelle Obama menyampaikan teguran yang kuat terhadap calon presiden tersebut atas kontroversi. “Saya tidak percaya akan mengatakan bahwa calon presiden Amerika Serikat telah benar-benar membual tentang menyerang wanita secara seksual,” katanya kepada kerumunan di New Hampshire. “Saya tidak bisa berhenti memikirkan tentang hal ini.”




