Pertempuran Merebut Mosul Memasuki Hari Ke-2

NINIWE (Jurnalislam.com) – Operasi militer yang bertujuan untuk merebut kembali kota Mosul, Irak utara, yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) oleh pemerintah Irak memasuki hari kedua pada hari Selasa (18/10/2016).
“Pasukan Irak terus menekan melalui dua sumbu terpisah di Mosul,” Mohamed al-Jubouri, seorang kolonel militer Irak di Komando Operasi Nineveh (Nineveh Operations Command), mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa.
Gelombang pertama, jelasnya, yang sedang ditempuh oleh Divisi Kesembilan unit tentara Irak, bergerak dari Al-Kuwer ke daerah Nimrud di tenggara Mosul.
Secara bersamaan, personel polisi federal Irak bergerak sepanjang sumbu kedua – menuju desa Tlul Nasser – dari selatan, menurut al-Jubouri.
“Pasukan bergerak sepanjang sumbu kedua dan sekarang bergerak di Tlul Nasser dan pabrik belerang Al-Mishraq, yang keduanya terletak di wilayah Al-Qayyarah selatan Mosul,” kata al-Jubouri.
Ali al-Darraji, seorang letnan tentara Irak, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pertahanan IS telah hancur di desa Abbas Rajab dekat daerah Hammam al-Alil selatan Mosul.
Menurut al-Darraji, pasukan Irak pada Selasa pagi merebut desa meskipun militan IS melancarkan perlawanan sengit.
“Abbas Rajab memiliki kepentingan strategis yang penting,” kata al-Darraji. “Menguasainya berarti memberikan kontribusi untuk kemajuan pesat pasukan di Mosul sepanjang sumbu selatan.”
Amin al-Jazaeri, seorang perwira di Divisi Kesembilan Angkatan Darat mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan Irak kini ditempatkan di beberapa desa di selatan Mosul yang telah dikuasai selama 36 jam terakhir.
Dalam perkembangan selanjutnya di hari Selasa, pasukan Irak berhasil merebut dua desa selatan Mosul, menurut Raed Jawdat, seorang komandan Polisi Federal.
Dalam sebuah pernyataan, Jawdat mengatakan divisi polisi elit telah “membebaskan” dua desa di daerah Al-Hud.
Dan menurut seorang koresponden Anadolu Agency yang berada dekat dengan pertempuran, pasukan militer Irak merebut distrik Al-Hamdaniya setelah bentrokan sengit dengan militan Daesh.
Terletak sekitar 10 kilometer di tenggara Mosul, Al-Hamdaniya adalah distrik pertama Mosul yang secara tegas diambil dari Daesh.
Sementara itu, pasukan Peshmerga Kurdi yang ditempatkan di Bashiqa (terletak kira-kira 12 kilometer di timur laut Mosul) belum bergabung dengan pertempuran untuk Mosul karena “kekurangan pasokan,” menurut sebuah sumber militer Irak.
“Pasukan Peshmerga diharapkan akan memulai operasi dari timur laut hari ini,” kata Mayor Saadoun al-Delimi kepada Anadolu Agency, Selasa.
“Karena kekurangan pasokan, namun, operasi ditunda sampai besok,” tambahnya.
Menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan, militan IS menggunakan drone tak berawak untuk menyerang pasukan Peshmerga di timur Mosul.
Sedikitnya satu pejuang Peshmerga terluka oleh bom yang dijatuhkan dari pesawat tak berawak IS yang dilepas di wilayah Al-Khazir, lapor koresponden Anadolu Agency.
Pada pertengahan 2014, IS merebut Mosul – kota terbesar kedua Irak – sebelum menduduki sebagian besar wilayah di utara dan barat Irak.




