NATO Mulai Ragu atas Terpilihnya Donald Trump

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Pejabat tinggi AS dan NATO pada hari Selasa menekankan pentingnya menjaga hubungan keamanan transatlantik di tengah keraguan besar akibat terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry, menghadiri pertemuan terakhirnya dengan menteri luar negeri NATO di Brussels, meyakinkan NATO dengan mengatakan bahwa sangat penting untuk menjaga persatuan, lansir World Bulletin, Selasa (06/12/2016).
Kementerian akan membahas “bagaimana kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa ada Eropa yang lebih kuat, NATO yang lebih kuat, dan kepentingan yang kita bagi bersama sehingga kita terus bekerjasama tanpa keraguan.
“Dan saya pikir persatuan ini sangat sangat penting.”
Sementara itu pemimpin NATO Jens Stoltenberg mengatakan penguatan kerjasama Uni Eropa-NATO adalah cara terbaik untuk menanggapi keraguan atas masa depan komitmen AS terhadap aliansi militer.
“Pertanyaan muncul terkait dengan kekuatan ikatan transatlantik,” kata Stoltenberg saat para menteri berkumpul untuk pembicaraan dua hari di markas aliansi di Brussels.
“Saya pikir cara terbaik untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah dengan menyajikan kerjasama NATO-Uni Eropa yang kuat,” katanya, tanpa merujuk langsung ke Trump.
Setelah berbicara dengan Trump bulan lalu, Stoltenberg mengatakan presiden-terpilih AS itu berkomitmen untuk NATO dan keamanan Eropa.
Washington, yang menyumbang hampir 70 persen atas pengeluaran pertahanan tahunan oleh negara-negara anggota NATO, telah lama menekan sekutunya untuk melakukan lebih banyak lagi.
Tersengat untuk bertindak akibat intervensi Rusia di Ukraina, pergolakan di Timur Tengah dan Afrika Utara, para pemimpin NATO sepakat pada 2014 untuk membalikkan kebijakan pemotongan anggaran pertahanan bertahun-tahun dan mengalirkan output ekonomi setara dengan dua persen untuk pertahanan.
Uni Eropa – yang menyatukan 22 dari 28 negara anggota NATO – juga telah bergeser mengambil peran pertahanan yang lebih besar, menekankan kerjasama dengan aliansi.
Stoltenberg dan kepala urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini pada hari Selasa mengumumkan serangkaian upaya bersama, di antaranya memerangi serangan cyber dan menanggapi ancaman hybrid baru yang digunakan Rusia secara efektif dalam krisis Ukraina.
Seorang pejabat NATO mengatakan banyak usaha NATO dan Uni Eropa untuk mengkoordinasikan respon terhadap perang hibrida, ditambah dengan upaya meningkatkan berbagi informasi dan keterlibatan blok itu dalam latihan.
Stoltenberg menekankan bahwa kerjasama tersebut akan bersifat pragmatis dan melengkapi NATO, tidak menduplikasi kegiatan.




