Internasional

Gencatan Senjata Secara Nasional akan Dimulai Nanti Malam, Menteri Suriah: Tidak Termasuk JFS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Turki mengumumkan hari Kamis bahwa pihak yang berperang di Suriah telah menyepakati gencatan senjata secara nasional yang dijadwalkan dimulai 30 Desember pada pukul 12 tengah malam waktu setempat (2200GMT), Anadolu Agency melaporkan, Kamis (29/12/2016)

Kementerian itu mengatakan rezim Suriah dan oposisi telah memutuskan bahwa kelompok yang ditunjuk sebagai teroris oleh Dewan Keamanan PBB tidak termasuk dalam kesepakatan.

Turki dan Federasi Rusia akan bertindak sebagai negara penjamin dalam mendukung gencatan senjata, pernyataan Turki menambahkan.

“Dengan pemahaman ini, semua pihak berkomitmen untuk menghentikan semua serangan, termasuk serangan udara, dan menahan diri saling merebut wilayah satu sama lain / memperluas wilayah di bawah kendali mereka satu sama lain.

“Turki dan Rusia sangat mendukung dan akan bersama-sama memantau gencatan senjata / penghentian permusuhan ini,” kata kementerian itu.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Turki akan terus berupaya memastikan transisi politik di Suriah atas dasar Deklarasi Jenewa dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254, yang mengamanatkan pembicaraan intra-Suriah.

Turki mengatakan rezim Bashar al-Assad dan oposisi akan segera bertemu di Astana, Kazakhstan dengan kehadiran negara penjamin, untuk mengambil langkah-langkah signifikan terhadap revitalisasi proses politik yang dipimpin PBB.

Menteri Luar Negeri, Mevlut Cavusoglu menyatakan di Twitter: “Kami menyambut kesepakatan yang dicapai antara pihak yang bertentangan / bertikai di Suriah mengenai gencatan senjata nasional.”

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan Jenderal Komando Angkatan Bersenjata rezim telah menyatakan akan mematuhi penghentian komprehensif tersebut yang dimulai tengah malam – tidak termasuk Jabhat Fath al-Sham (sebelumnya Jabhah Nusrah) ditambah koalisinya dan kelompok Islamic State (IS).

Faksi Jihad Jabhat Fath al-Sham
Faksi Jihad Jabhat Fath al-Sham

“Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk mendukung jalannya politik krisis di Suriah,” tambah pernyataan militer Suriah.

Di Washington, AS, yang tidak terlibat dalam negosiasi, mengatakan akan menyambut “setiap upaya yang menghentikan kekerasan, menyelamatkan nyawa, dan menciptakan kondisi untuk negosiasi politik baru dan produktif.”

“Masyarakat internasional berharap gencatan senjata ini berhasil sehingga transisi Suriah yang dipimpin ke arah yang lebih representatif, bersatu, dan pemerintah damai bisa dimulai,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner dalam sebuah pernyataan kepada Anadolu Agency.

Related Articles

Back to top button