Internasional

Ribuan Orang Dukung Kemerdekaan Muslim Kashmir dari Penjajah India

KARACHI (Jurnalislam.com) – Ribuan Rantai manusia, demonstrasi, dan protes besar-besaran menandai Kashmir Day di Pakistan hari Ahad untuk mengungkapkan solidaritas dengan perjuangan kemerdekaan yang sedang berlangsung di Jammu dan Kashmir yang dijajah India, lansir Anadolu Agency, Ahad (05/02/2017).

Kashmir Day, yang juga berlangsung di AS, Inggris, Belgia, dan negara-negara Eropa lainnya, telah resmi diselenggarakan setiap 5 Februari oleh Pakistan dan Azad Kashmir (yang telah dibebaskan) sejak tahun 1990.

Kashmir Day dimulai dengan berdoa, dan menghentikan lalu lintas di seluruh negeri selama satu menit sebagai tanda solidaritas dengan warga Muslim Kashmir di lembah yang diduduki.

Sebuah rantai manusia dibentuk oleh ribuan orang di seluruh jalan di beberapa titik yang menghubungkan Pakistan dengan Azad Kashmir. Lagu “Anda Bisa Membutakan Mata Kami Tapi Tidak Dapat Mencuri Mimpi Kami” (You Can Blind Our Eyes But Cannot Steal Our Dreams) – dirilis oleh tentara Pakistan untuk mengecam pasukan India yang melancarkan kekerasan brutal terhadap demonstran di lembah – telah menjadi viral di media sosial.

Dalam beberapa bulan terakhir ratusan warga Muslim Kashmir telah kehilangan penglihatan mereka setelah ditembak oleh pasukan India melalui senjata pelet.

Banyak orang meneriakkan slogan-slogan seperti “Kami ingin kebebasan,” “India keluar dari Kashmir,” dan “Kami tidak akan beristirahat sampai mendapatkan kebebasan” dan ambil bagian dalam demonstrasi dan aksi unjuk rasa di Pakistan dan Azad Kashmir, yang diselenggarakan oleh berbagai kelompok politik dan agama.

Jamat-e-Islami, salah satu partai Islam terbesar di Pakistan, dianggap telah mempelopori Hari Solidaritas Muslim Kashmir, dan juga mengadakan sejumlah unjuk rasa dan demonstrasi di seluruh Pakistan dan Azad Kashmir.

Dalam kesempatan tersebut, Perdana Menteri Nawaz Sharif berpesan, “Kashmir adalah urusan pembagian sub-benua yang belum selesai” – mengacu pada akhir pemerintahan kolonial Inggris tahun 1947, yang menyebabkan penciptaan Pakistan dan India sebagai dua negara yang independen.

“Sampai dan kecuali sengketa Kashmir diselesaikan, tidak akan ada perdamaian di kawasan itu,” kata Sharif, bersumpah bahwa Islamabad akan terus memberikan dukungan politik, diplomatik, dan moral untuk Kashmir.

Sementara itu, Syed Ali Gilani – ketua Konferensi Semua Partai Hurriyet (the All Parties Hurriyet Conference-APHC), konglomerat partai politik pro-kemerdekaan di wilayah pendudukan Kashmir – dan pemimpin Partai Kebebasan Demokrat (Democratic Freedom Party-DFP) Shabbir Ahmad Shah menyatakan terima kasih mereka terhadap pemerintah, orang-orang, dan tentara Pakistan yang mendukung rakyat Kashmir.

Dalam pernyataan mereka, kedua pemimpin tersebut mengatakan orang-orang Jammu dan Kashmir sedang berjuang menantang kekuatan utama, dan Pakistan adalah satu-satunya negara yang terus-menerus memperluas dukungan terhadap mereka, harian lokal berbahasa Inggris Dawn melaporkan.

Related Articles

Back to top button