Internasional

Kepala Politik Hamas: Perundingan dengan Israel Tidak Berguna pada Fase Ini

DOHA (Jurnalislam.com) – Kepala politik Hamas Khaled Meshaal mengatakan bahwa perundingan langsung dengan Israel “tidak berguna” dalam fase sekarang, yang menekankan bahwa dokumen kebijakan baru kelompok tersebut – yang menyuarakan kesiapan untuk menerima sebuah negara Palestina yang didasarkan pada perbatasan 1967 – akan melayani perjuangan Palestina yang sedang berlangsung untuk sebuah Negara.

Meshaal membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency pekan ini di ibukota Qatar, Doha, Kamis (4/5/2017).

Kepala politik Hamas – yang telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007 – melanjutkan dengan mengatakan bahwa perubahan kebijakan kelompok tersebut baru-baru ini mencerminkan “progresifitas” pemikiran kelompok tersebut sambil juga mempertahankan prinsip-prinsip pendiriannya.

“Israel terganggu oleh kemampuan Hamas untuk menangani dunia dengan tetap mempertahankan kekuatan dan prinsipnya dalam membela hak-hak Palestina,” katanya.

“Israel ingin Hamas lemah di lapangan saat tampil sebagai ‘ekstremis’ di arena politik,” tambahnya. “Jika Hamas melakukan sebaliknya dan memperbaiki bahasa politiknya … ini akan mengganggu Israel.”

Meshaal melanjutkan untuk menegaskan bahwa Israel “terus-menerus berusaha untuk mendistorsi posisi Palestina; Untuk membuat Palestina terlihat seperti ‘ekstremis’ dan ‘teroris’. ”

Sementara itu, dia menambahkan, “Israel mencoba untuk menyamarkan kebijakannya untuk menumpahkan darah [Palestina] dan mencuri tanah [Palestina] sambil menolak solusi yang adil [terhadap konflik]”.

Dengan cara ini, katanya, negara Yahudi yang memproklamirkan diri itu “terus memperlakukan dunia dengan penghinaan”.

Menurut Meshaal, dokumen kebijakan Hamas yang baru-baru ini dibuka akan berfungsi untuk “menyampaikan posisi Hamas dan rakyat Palestina kepada khalayak internasional dengan maksud mengumpulkan dukungan global bagi kepentingan Palestina”.

Related Articles

Back to top button