Internasional

Hamas Bantah Pernyataan Trump dalam Perang Lawan Terorisme

PALESTINA (Jurnalislam.com)Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menolak komentar Presiden AS Donald Trump yang menghubungkan mereka dengan “terorisme” dalam pidatonya di Arab Saudi, dengan mengatakan bahwa hal itu menunjukkan “bias total Trump” terhadap Israel.

“Pernyataan yang menggambarkan Hamas sebagai kelompok teror ditolak dan merupakan distorsi citra kita serta menunjukkan bias yang jelas terhadap penjajahan Zionis,” juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (21/5/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Barhoum menyebut pidato tersebut sebagai “konfirmasi” bahwa Trump mengikuti kebijakan pemerintah AS sebelumnya.

Trump yang dikenal anti Islam berbicara kepada pemimpin 55 negara Muslim di Riyadh, Arab Saudi dan mengatakan bahwa Saudi harus memimpin dalam memerangi “radikalisasi”.

Hamas mengatakan bahwa mereka bertempur melawan penjajahan Israel.

Gerakan tersebut menghadirkan sebuah piagam politik baru awal bulan ini yang menerima pembentukan sebuah negara Palestina di sepanjang perbatasan tahun 1967, tanpa mengakui negara bagian Israel, dan mengatakan bahwa konflik di Palestina bukanlah masalah agama

Trump berpidato pada hari kedua kunjungannya ke Arab Saudi, bagian dari tur pertama Trump yang juga akan membawanya ke Israel dan Wilayah Palestina yang diduduki dan kemudian ke Eropa.

Sementara itu, aktivis Palestina menyerukan “Hari Kemarahan (Day of Rage)” saat Trump mengunjungi Tepi Barat pada hari Selasa (23/5/2017).

Seruan untuk mobilisasi diajukan oleh sebuah kelompok yang menamakan dirinya Komite Kepemimpinan Nasional Tertinggi (the Supreme National Leadership Committee), yang mencakup berbagai faksi politik Palestina, termasuk gerakan Fatah pimpinan Abbas.

Komite tersebut dibentuk untuk mendukung tahanan Palestina dalam aksi mogok makan di penjara-penjara Israel.

Demonstrasi tersebut dimaksudkan untuk menarik perhatian terhadap aksi mogok makan selama sebulan oleh ratusan tahanan Israel dan untuk memprotes dukungan AS yang tidak adil.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok tersebut mengatakan pada hari Ahad bahwa faksi-faksi Palestina “menegaskan penolakan mereka terhadap posisi Amerika, yang mendukung pendudukan zionis”.

Kunjungan Trump ke Israel dan wilayah Palestina yang dijajah dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa.

Related Articles

Back to top button