Bom Istisyhad Hantam Konvoi Militer AS di Kabul dan Jalalabad, 2 Kendaraan Lapis Baja Hancur, Lebih dari 16 Tentara AS – NATO Tewas dan Terluka
Nangarhar (Jurnalislam.com) – Al-Emarah News melaporkan Jumat (10/04/2015) penyerang syahid dengan mobilnya menargetkan konvoi militer penjajah AS di Afghanistan timur pada hari Jumat, menewaskan dan melukai hingga 16 penjajah Amerika dan menghancurkan dua kendaraan lapis baja.
Jumat pagi, Jawad yang berasal dari Kandahar, pahlawan unit syahid Imarah Islam membanting mobilnya yang telah dikemas dengan bahan peledak ke konvoi militer AS di sepanjang jalan raya Jalalabad-Torkham, dekat bandara di kota Jalalabad.
Serangan terhadap konvoi AS di kota Jalalabad terjadi sehari setelah 80 pejabat pengadilan dan pasukan keamanan tewas dalam operasi syahid di kota Mazar-i-Sharif Balkh di utara negara itu dan selanjutnya 18 tewas dalam serangan Mujahidin di provinsi Kunduz, di sebelah utara.
Sedangkan di Kabul pada hari yang sama sebuah konvoi militer AS di provinsi Kabul juga diserang, ketika seorang syuhada Mujahid menghantamkan mobilnya yang penuh dengan bahan peledak ke arah konvoi musuh di jantung kota Kabul, ibukota Afghanistan, menewaskan sejumlah Pasukan US-NATO, Al-Emarah News melaporkan Jumat.

Laporan awal menunjukkan bahwa dua tank lapis baja hancur, menewaskan semua penjajah militer asing yang berada di dalamnya.
Ini adalah serangan kedua pada hari Jumat terhadap militer AS yang menyerang pasukan di seluruh negeri, bertepatan dengan serangan pertama di Jalalabad yang menewaskan atau melukai sekitar 16 tentara AS.
Eskalasi serangan Mujahidin dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan jumlah korban yang fatal di pihak militer gabungan, Afghanistan dan pasukan aggressor AS.
Jumlah personil militer lokal dan asing dan pejabat pemerintah yang tewas dalam 24 jam terakhir mencapai 100 orang.
Secara terpisah, 4 pejabat AS tewas dalam kota Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar timur pada Rabu setelah seorang tentara Afghanistan berbalik mengarahkan pistolnya pada penjajah Amerika selama pertemuan.
Deddy | Shahamat | Jurniscom

