Misi Gagal, Utusan PBB untuk Yaman Mengundurkan Diri
YAMAN (Jurnalislam.com) – Utusan PBB untuk Yaman, Jamal Benomar mengundurkan diri pada Rabu (16/4/2015) melalui facebook resminya. Ini menandakan kegagalan PBB dalam upaya meredam peperangan di negara itu.
Benomar, seorang diplomat veteran Maroko, menengahi rencana transisi 2011 yang bertujuan memadamkan gejolak politik di Yaman. Namun, kemudian rencana tersebut gagal, dan akhirnya memuncak pada pemboman yang dipimpin Saudi terhadap pemberontak Houthi sekutu Syiah Iran .
"Seorang penerus harus ditunjuk pada waktunya. Sampai saat itu dan juga seterusnya, PBB akan tetap tidak mampu memulai kembali proses perdamaian untuk mendapatkan transisi politik kembali ke jalurnya," kata pernyataan itu.
Sebuah sumber diplomatik PBB mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon sedang mempertimbangkan menunjuk diplomat Mauritania Ould Cheikh Ahmed untuk menggantikan Benomar.
Seorang diplomat Barat mengatakan Ahmed sedang "dipersiapkan" sebagai kandidat, seraya menambahkan bahwa keputusan akhir belum dibuat. Beberapa diplomat mengatakan telah mengetahui selama berbulan-bulan bahwa Benomar ingin meninggalkan pos Yaman.
Diplomat PBB mengatakan tanpa menyebut nama bahwa Benomar telah membuat kesal Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya akibat ketidakberhasilannya sejauh ini dalam menangani pembicaraan damai antara Syiah Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Barat dan Negara-negara Teluk Arab.
Baik Syiah Houthi dan Presiden Yaman yang sedang berada di Saudi, Abd-Rabbu Mansour Hadi, juga tidak sabar dengan perwakilan PBB itu, sumber-sumber politik Yaman mengatakan kepada Reuters, pembicaraan yang disponsori PBB berulang kali malah membuka jalan terjadinya bentrokan bersenjata antara kedua belah pihak.
Deddy | Reuters | Jurniscom

