Internasional

PM Baru Yaman Desak Pemberontak Houthi Untuk Hentikan Serangan ke Aden

YAMAN (Jurnalislam.com) – Wakil Presiden dan Perdana Menteri Yaman Khaled Bahah mendesak Houthi untuk mengakhiri serangan mereka yang ditujukan untuk mengambil alih wilayah selatan, terutama kota pelabuhan Aden.

Bahah menyebut penghentian serangan ini sebagai niat baik yang bisa membuka pintu untuk inisiatif perdamaian di negeri yang telah hancur oleh perebutan kekuasaan antara pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dan Houthi ini.

Berbicara di ibukota Saudi Riyadh pada hari Kamis (16/04/2015), Bahah juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk campur tangan dalam mengakhiri krisis.

Bahah, yang baru-baru ini ditunjuk oleh Hadi, mengatakan kepada wartawan bahwa penyelesaian krisis kemanusiaan di negara itu tetap menjadi prioritas utama pemerintahannya.

"Masyarakat internasional harus turun tangan mendesak sehingga warga dapat hidup dengan cara yang tepat dan untuk mengakhiri bencana," kata Bahah.

Dia juga meminta unit tentara pemberontak pro Saleh untuk melepaskan dukungan mereka terhadap Syiah Houthi.

"Saya meminta semua pasukan dan personel pasukan keamanan untuk menerima perintah dari pemerintah yang sah dan melindungi negara," katanya.

Bahah, yang diterima oleh Syiah  Houthi sebagai calon perdana menteri pada bulan Januari setelah perjanjian damai bersama Hadi, secara luas dipandang sebagai sosok pemersatu yang berpotensi dapat menyelesaikan krisis.

Reporter Al Jazeera, Mohamed Vall, melaporkan dari Jizan dekat perbatasan Arab Saudi dengan Yaman, mengatakan banyak Yaman melihat Bahah sebagai penyelamat.

"Houthi pada prinsipnya tidak benar-benar melawan Khaled Bahah… mereka mencoba untuk mempertahankan Bahah di Sanaa setelah pengunduran dirinya beberapa minggu yang lalu karena menurut mereka sosok Bahah lebih mewakili legitimasi dibandingkan Hadi," katanya.

"Bagi Bahah dialog adalah tujuan yang harus tercapai tetapi dengan syarat bahwa dialog apapun hanya dapat terjadi setelah akhir perang ini."

Bahah hanya akan memulai pembicaraan setelah para pemberontakHouthi dan unit tentara sekutu yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, menarik diri dari Aden, kata Vall.

Komentar Bahah keluar saat penasihat khusus PBB untuk Yaman, Jamal Benomar, mengundurkan diri dari perannya, yaitu mencoba menengahi dan mengakhiri krisis.

PBB telah memperingatkan bahwa negara itu sedang menghadapi krisis kemanusiaan besar dengan sekitar 10,6 juta orang menghadapi kekurangan makanan dan 4,8 juta tinggal dalam kondisi darurat.

Konflik  tersebut telah menewaskan lebih dari 700 orang dan melukai 2.760, menurut PBB.

Deddy |  Al Jazeera | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button