Kenya Rekrut 10.000 Polisi Untuk Lawan Mujahidin Al Shabaab
NAIROBI (Jurnalislam.com) – Sejumlah besar warga Kenya pada hari Senin (20/04/2015) berpartisipasi dalam perekrutan polisi yang sedang dilaksanakan di 290 daerah pemilihan di seluruh negara Afrika Timur.
The Anadolu Agency mengunjungi salah satu pusat rekrutmen di Stadion Nyayo di ibukota Nairobi di mana lebih dari 1.400 pelamar telah hadir.
"Sejauh ini jumlah pelamar sangat sesuai harapan," Rashid Mohammed, komandan polisi untuk wilayah Dagoretti, mengatakan kepada AA. "Kami telah menerima lebih dari 1.400 pelamar."
Polisi berencana merekrut 6.000 petugas baru untuk anggota polisi, bersama dengan 4.000 administrator polisi baru.
"Rekrutmen tahun ini tepat waktu," kata Mohammed. "Negara kita membutuhkan polisi untuk dapat secara efektif melawan serangan Al-Shabaab."
Setidaknya 148 orang – sebagian besar mahasiswa – tewas awal bulan ini dalam serangan yang menghancurkan Garissa University College di Kenya bagian utara.
Mujahidin Al-Shabaab Somalia dengan cepat mengaku bertanggung jawab atas penyerangan itu.
Kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda itu telah bersumpah untuk melakukan serangan di Kenya selama negara Afrika Timur tersebut mempertahankan kehadiran militer di negara tetangga Somalia.
"Kami saat ini kekurangan sekitar 30.000 petugas polisi," kata Mohammed.
Setelah serangan Garissa, Presiden Uhuru Kenyatta membatalkan perintah pengadilan 2014 yang menghentikan perekrutan 10.000 petugas polisi karena tuduhan korupsi.
Inspektur Jenderal Polisi Joseph Boinett melanjutkan perekrutan polisi baru pada tahun 2015, meninggalkan proses perekrutan tahun 2014 di pengadilan. Kasus ini akan mulai disidang pada 8 Mei.
Deddy | World Bulletin | Jurniscom



