Internasional

Kongo Larang Wanita Muslim Memakai Jilbab Penuh

BRAZZAVILLE (Jurnalislam.com) – Asosiasi Islam Kongo mengatakan, “wanita Muslim dilarang mengenakan cadar penuh di depan umum, karena alasan keamanan”.

"Menteri Dalam Negeri (Raymond Zephirin Mboulou) memberitahu kita keputusan melarang wanita Muslim mengenakan jilbab penuh. Keputusan itu diambil untuk mencegah aksi terorisme dan ketidakamanan," El Hadj Abdoulaye Djibril Bopaka, yang mengepalai Dewan Tertinggi Islam Kongo Brazzaville, mengatakan kepada kantor berita AFP, Sabtu (02/05/2015).

"Muslimah sekarang hanya mengenakan jilbab penuh di rumah dan di tempat-tempat ibadah, tapi tidak di tempat-tempat umum," katanya, menambahkan bahwa hanya minoritas kecil perempuan di Kongo Brazzaville yang benar-benar menutupi wajah dan seluruh tubuh mereka.

Larangan itu tidak mempengaruhi jenis jilbab lainnya.

Bopaka mengatakan pemerintah telah bertindak "tepat", dengan mengutip laporan bahwa "beberapa non-Muslim telah menggunakan cadar untuk menyembunyikan identitas dan untuk melakukan tindakan ilegal".

Kongo Brazzaville-adalah rumah bagi sekitar 800.000 Muslim dalam populasi hampir enam juta. Hanya 10 persen yang berasal dari lokal, sisanya berasal dari Arab atau negara-negara tetangga Afrika barat.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button