Seorang Mujahidin Taliban Serang Acara Konser Mesum di Park Palace Hotel, Kabul
KABUL (Jurnalislam.com) – Taliban mengklaim melakukan penyerangan semalam dalam pernyataan yang dirilis dalam versi bahas Urdu di Voice of Jihad. Pernyataan yang ditulis oleh Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa hanya seorang pejuang, "Mujahid Mohammad Idrees," yang melakukan serangan itu, dan yang melaporkan bahwa ada tiga jihadis yang terlibat adalah "palsu dan tidak berdasar."
Zabihullah Mujahid mengatakan serangan itu dilakukan saat sebuah konser diadakan di Park Palace Hotel di Kabul yang dimulai malam kemarin dan berakhir pagi ini (15/05/2015). Konser itu digambarkan sebagai ajang "kemaksiatan dan mesum". Penyanyi Afghanistan Altaf Hussain akan tampil malam itu.
Serangan itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan di hotel kelas atas di ibukota Afghanistan.
Salah satu saksi mengatakan kepada TOLONews bahwa pria bersenjata yang ia lihat "berpakaian rapi."
"Di antara sembilan warga asing tewas dalam serangan itu adalah seorang warga Amerika, seorang warga Inggris, Italia dan empat warga negara India," dilaporkan The Associated Press.
Taliban memprioritaskan serangan terhadap hotel mesum di Kabul, sebagai lokasi yang sering digunakan orang asing untuk berkumpul. Pada bulan Maret 2014, tim serangan istisyhad menyerang Serena Hotel, menewaskan sembilan orang. Pada bulan Juni 2012, Taliban menewaskan 15 orang Afghanistan, setelah mengambil kendali Spoghmai Hotel. Taliban menyebut bahwa hotel dan lokasi lain di sekitarnya sebagai tempat “mesum dan cabul”.
Pada bulan Juni 2011, tim serangan istisyhad menghantam Intercontinental Hotel, menewaskan 13 orang. Pada bulan Februari 2011, seorang pembom istisyhad meledakkan di Safi Landmark. Dan pada Januari 2008, tim serangan istisyhad lain melakukan serangan di Serena Hotel. Warga asing adalah target semua serangan.
Taliban telah bersumpah untuk menargetkan "penjajah asing" dan "rezim antek", atau pemerintah boneka Afghanistan, sebagai bagian dari serangan musim semi tahun ini, yang disebut Azm, atau Resolve.
Deddy | The long War Journal | Jurniscom


