Syiah Houthi Boikot Perundingan Yaman yang Ditengahi Arab Saudi
YAMAN (Jurnalislam.com) – Syiah Houthi memboikot konferensi dialog di ibukota Saudi saat presiden Yaman yang diasingkan membuka acara tiga hari yang bertujuan mengatasi krisis berkepanjangan di Yaman, kantor berita Aljazeera melaporkan.
Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, Perdana Menteri Khaled Bahah dan sekitar 400 delegasi berkumpul di Riyadh pada hari Ahad (17/05/2015). Faksi-faksi terkemuka termasuk partai Sunni Islah, Sosialis dan anggota partai politik mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, Kongres Rakyat Umum (GPC), juga hadir.
Pemberontak Syiah Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, menolak untuk menghadiri pembicaraan di Arab Saudi, atau di negara lain yang terlibat dalam pemboman Yaman, dan menuntut agar perundingan diadakan di Yaman.
Houthi telah lama mengeluhkan marjinalisasi dan telah berjuang dalam enam peperangan melawan pemerintah pusat antara tahun 2004 dan 2010. Tahun lalu, mereka meluncurkan serangan dari kubu mereka di utara, merebut ibu kota Sanaa pada bulan September, dan sejak itu mencoba untuk memperluas kendali mereka.
Berbicara di konferensi, Hadi mengeluarkan serangan terhadap pemberontak Houthi.
"Houthi merebut kekuasaan dengan menggunakan kekerasan," kata Hadi seraya mengatakan ia bermaksud kembali ke Sanaa dan menginginkan agar masyarakat internasional membantu mengakhiri pertempuran.
Deddy | Aljazeera | Jurniscom



