Nasional

Pelaku Hotel di Bali Mengaku Untung Karena Jalankan Wisata Halal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Meski Kementerian Pariwisata (Kemenpar) masih menyusun panduan penyelenggaraan pariwisata halal, sejumlah sektor bisnis pariwisata sudah mengambil langkah inisiatif menjemput rezeki dari aspek wisata halal.

Dari sejumlah sektor bisnis wisata, pelaku bisnis yang menerapkan aspek halal mengaku merasakan dampak positif dari penerapan halal tersebut.

Di sektor perhotelan, misalnya, General Manager Hotel Rhadana Bali Budiman mengaku melihat dampak yang sangat positif dari penerapan halal pada pelayanan hotelnya.

Terhitung sejak 2012 berdiri, Hotel Rhadana terus mendapatkan respons positif dari penerapan aspek halal meski lokasi berdirinya hotel dikelilingi oleh hotel-hotel nonhalal.

“Justru karena kami sudah lakukan sertifikasi halal, wisatawan banyak yang berkunjung ke sini. Prospeknya bagus sekali (wisata halal),” kata Budiman, Ahad (30/6).

Berbeda dari destinasi wisata di Mandalika maupun Aceh, destinasi wisata Bali memang identik dengan wisata modern non-halal.

Sehingga hal tersebut dinilai justru menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, sebab daya tarik Bali sebagai destinasi global yang mendunia juga diminati tak hanya oleh para wisatawan non-Muslim.

Apalagi, kata dia, wisatawan Muslim global berjumlah cukup besar. Sehingga dia menyebut, penerapan aspek halal akan terus dikembangkan mulai dari fasilitas tempat ibadah, jaminan makanan dan minuman halal, serta peniadaan hal-hal yang berbau haram dan dilarang dalam syariat Islam.

Berbeda dengan konsep wisata syariah, Budiman mengaku pihaknya lebih memfokuskan pemasaran melalui konsep halal modern hotel. Dia menilai, aspek syariah cenderung konvensional dan lebih eksklusif sehingga cenderung berbelit dalam pengaplikasian terhadap para calon wisatawan yang berkunjung.

“Kalau hotel syariah itu kan mereka agak ribet. Misalnya saja dokumen-dokumen pengunjung benar-benar harus dipastikan dia Muslim atau tidak, dan lain sebagainya. Sedangkan kalau konsep halal tidak serumit itu,” kata dia.

Kendati demikian, pihaknya tidak mengesampingkan aspek halal yang diterapkan mulai dari hulu ke hilir.

Misalnya saja, sejak dari proses sertifikasi dan dilakukan pemantauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), konsistensi kehalalan hotelnya dapat dipastikan akan terus berkelanjutan.

Bukti dari keseriusannya dalam menggarap potensi wisata halal tersebut terlihat dengan adanya jumlah peningkatan pengunjung ke hotelnya dari tahun ke tahun.

Sumber: republika.co.id

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button