Internasional

Muslim di Seluruh Dunia Rayakan Idul Fitri

ANKARA (Jurnalislam.com) – Ribuan anggota minoritas Muslim Australia berkumpul di masjid dan pusat komunitas pada Jumat (17/07/2015) pagi untuk melaksanakan shalat dan mendengarkan "khotbah" Idul Fitri.

Setelah berpuasa selama bulan Ramadhan, jamaah dari berbagai latar belakang bergabung dalam sholat Id berjamaah yang dimulai sekitar pukul 7,30-8,00 pagi (2200-2300GMT) di Melbourne.

Di Masjid Sunshine, imam (pemimpin agama Muslim) Mustafa Asmaci mengatakan kepada jamaah yang beragam, "Sebagai Muslim yang tinggal jauh dari tanah air kita memiliki tanggung jawab untuk mewakili Islam dengan cara terbaik."

Khotbahnya difokuskan pada perilaku positif yang dilakukan orang beriman selama hari raya, menekankan bahwa kebencian dan kepahitan harus dikesampingkan. Dia menyerukan umat Islam untuk juga mengunjungi orang tua mereka serta orang sakit dan lanjut usia, sambil berjuang untuk menanamkan sukacita pada anak-anak.

Asmaci menyatakan kepada Anadolu Agency kepuasan bahwa orang-orang memenuhi masjid untuk shalat.

 "Kami sangat senang melihat saudara-saudara kami bertukar salam Idul Fitri dalam kesatuan dan kebersamaan komunal, kemudian meneruskan solidaritas mereka serta berkumpul di masjid," katanya.

Sekitar tiga jam kemudian, jutaan orang Indonesia berbondong-bondong ke lapangan dan masjid dengan pakaian terbaik mereka untuk melaksanakan sholat di seluruh wilayah negara berpenduduk Muslim paling padat di dunia.

Jubair, seorang imam di provinsi Jawa Timur yang seperti banyak orang Indonesia hanya menggunakan satu nama, mengatakan kepada petugas masjid untuk tidak salah menafsirkan konsep "jihad" seperti beberapa kelompok yang memahami bahwa hal itu berarti mengangkat senjata.

"Karena salah menafsirkan jihad oleh kelompok-kelompok tertentu, Indonesia tampil sebagai Negara teroris. Tapi itu tidak benar," Jubair mengatakan di Kota Malang seperti dikutip kantor berita Antara.

Setelah shalat, orang-orang meminta maaf untuk setiap kesalahan kepada anggota keluarga mereka, tetangga dan teman-teman.

Mereka juga berkumpul untuk makan hidangan tradisional seperti "opor ayam" (kari ayam), "sambal goreng ati" (hati sapi pedas) dan "semur daging" (daging direbus), yang disajikan dengan "ketupat" (panganan yang terbuat dari beras yang dikemas dalam wadah anyaman berbentuk berlian dari daun kelapa).

Muslim yang tinggal di negara-negara Eropa seperti Jerman, Perancis, Belanda, juga berbondong-bondong ke masjid untuk shalat Idul Fitri.

Lebih dari 2.000 Muslim yang tinggal di Paris mengucapkan selamat satu sama lain setelah sholat di Masjid Agung di ibukota.

Setelah solat, konsulat jenderal Turki di Rotterdam, Belanda, Togan Oral mengatakan: "Merayakan hari-hari khusus di luar negeri membuat orang merasakan  emosi dan kebahagiaan yang berbeda."

Di Jerman, duta besar Turki di Berlin, Huseyin Avni Karslioglu melaksanakan sholat bersama dengan sesama warga.

Muslim di Yunani harus pergi ke Stadion Perdamaian dan Persahabatan di Athena, karena tidak ada masjid di ibukota. Setelah sholat, permen dibagikan kepada anak-anak.

Sementara itu, Muslim di Moskow menghadapi kesulitan untuk sholat di masjid. Di ibukota Kyrgyzstan, ribuan umat Muslim melaksanakan sholat di luar gedung Perdana Menteri.

Ribuan umat Islam di seluruh negara-negara Balkan juga berkumpul Jumat pagi di masjid-masjid lokal untuk shalat Idul Fitri.

Bosnia dan Herzegovina yang memiliki penduduk Muslim terbesar di antara negara-negara Balkan, mulai merayakan hari raya dengan mengingat para syuhada saat ratusan warga dari segala usia berkumpul di masjid bersejarah terbesar, Masjid Gazi Husrev-beg di ibukota Sarajevo.

Grand Mufti Hussein Kavazovic mengatakan bahwa para syuhada Perang Bosnia, antara lain, telah berjuang agar generasi mendatang dapat menjalankan agama mereka seperti yang diperlukan.

"Begitu banyak darah telah tertumpah agar kami menerima apa yang kita miliki saat ini," kata Kavazovic.

Warga daerah Balkan menandai Idul Fitri dengan berkumpul di kediaman anggota tertua keluarga dan kemudian mengunjungi kerabat selama tiga hari Idul Fitri.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button