Kapal Bantuan PBB Pertama Berlabuh di Aden, Yaman
YAMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah kapal yang membawa bahan bantuan yang sangat dibutuhkan berlabuh di Aden pada hari Selasa (21/07/2015) dan merupakan kapal PBB pertama yang mencapai kota Yaman selatan dalam empat bulan pertempuran, gubernur mengatakan, menurut Agence France Presse.
"Ini adalah kapal pertama berbendera PBB yang berlabuh di Aden sejak perang dimulai pada akhir Maret,” Gubernur Nayef al-Bakri mengatakan kepada wartawan di pelabuhan kilang minyak Aden.
Kapal ini disewa oleh Program Pangan Dunia, yang telah berulang kali mencoba memberikan bantuan ke kota pelabuhan tersebut dalam beberapa pekan terakhir, tapi gagal karena alasan keamanan.
"Ini merupakan yang pertamanya WFP menyewa kapal untuk mencapai pelabuhan di Aden," kata juru bicara WFP Reem Nada kepada AFP beberapa saat sebelum kapal memasuki pelabuhan.
WFP diharapkan akan memberikan sekitar 3.000 ton makanan ke Aden yang cukup untuk konsumsi 180.000 orang selama satu bulan.
PBB mengatakan bahwa lebih dari 3.600 orang tewas selama serangan udara dan perang yang hampir empat bulan di Yaman. Konflik terutama di Aden yang telah mengalami pertempuran berat.
Sementara itu, pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abdrabbu Mansour Hadi membuat kemajuan signifikan di kota terbesar ketiga di negara itu, Taez, menurut saluran berita Al Arabiya.
Perlawanan Rakyat memperoleh kemenangan di kota strategis itu setelah Wakil Presiden Khaled Bahah mengumumkan pembebasan kota selatan Aden.
Merebut kembali pelabuhan yang sibuk merupakan terobosan strategis dalam konflik yang telah berlangsung di negara Arab itu selama berbulan-bulan.
Juga di Taez, milisi Syiah Houthi yang didukung Iran telah mentargetkan daerah pemukiman di pegunungan Jabal al -Jarrah.
Di ibukota Sanaa, Perlawanan Rakyat menewaskan enam pasukan Syiah Houthi dalam penembakan di sebuah pos pemeriksaan dekat bank sentral.
Lima pasukan Syiah Houthi lainnya tewas dalam serangan bom mobil terhadap sebuah kantor polisi di distrik Al-Hassaba di utara kota, menurut Reuters.
Arab Saudi turut serta dalam perang Yaman pada 26 Maret untuk menghentikan agresi Syiah Houthi dan pasukan pro-Saleh yang mengambil alih Aden, kota terakhir yang dikendalikan oleh pemerintah pengasingan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, dan untuk mengembalikan kembali dia ke kekuasaan di Sanaa.
Deddy |AFP |Jurniscom


