Elemen Umat Islam Didorong Susun Roadmap Dakwah dan Politik
YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)–Pakar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, Sodik Mudjahid menilai umat Islam harus memiliki roadmap politik ke depan, karena kelompok yang sekuler pun memiliki roadmap tersendiri.
“Mereka lebih siap dengan sistem demokrasi langsung sementara umat Islam masih belum siap dan masih apriori dengan demokrasi,” kata Sodik dalam “Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI” pada Muktamar Ke-6 KB PII di Yogjakarta, Sabtu (16/11/2019).
Dia mencontohkan, di Jawa Barat, ketika dia datang ke dewan kemakmuran masjid (DKM dan tokoh Islam ketika ditanya siapa pemimpin mereka untuk calon gubernur dan walikota, mereka tidak memiliki jawaban yang sama.
“Sekali lagi, mereka lebih siap dengan sistem demokrasi. Akibatnya, bupati dan walikotanya bukan dari perwakilan umat Islam. Kalaupun masih Islam, mereka akan pilih yang masih sejalan dengan pemikiran mereka. Umat Islam tidak mempunyai roadmap di Jawa, Sumatera dan daerah lainnya. Jadi wajar, pengurus DKM masih bingung,” katanya.
“Sistem demokrasi padahal memberikan peluang produk-produk legislasi yang syar’i bisa dihasilkan asalkan tidak bertentangan dengan Pancasila dan prosesnya dihasilkan secara konstitusional,” imbuhnya.
Kepada para peserta Muktamar KB PII, Sodik menyarankan agar mulai saat ini perlu ada roadmap Dakwah untuk menyikapinya. Untuk mencapai ini, Sodik menganjurkan mengajarkan tiga hal.
Pertama, agar umat selalu meningkatkan iman dan takwa dimulai dari keluarga. Kedua, ajarkan agar keluarga dan umat untuk memilih pemimpin yang muslim.
Ketiga, ajarkan bahwa hukum terbaik itu bersumber dari Islam dan prosesnya harus dilakukan melalui sistem yang demokratis.



