Internasional

Turki: Rusia Semakin Hambat Transisi di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki tuduh serangan udara dan bantuan militer Rusia ke rezim Assad semakin menghambat Suriah keluar dari krisis, Anadolu Agency melaporkan, Kamis (15/10/2015).

Rusia mulai melancarkan operasi udara di Suriah pada 30 September. Kremlin mengklaim serangan udara mereka ditujukan untuk mendukung pasukan sekutu Rusia, rezim Bashar al-Assad, namun NATO menuduh Rusia menargetkan kelompok yang menentang Assad.

"Apa yang dilakukan Rusia tidak akan membawa manfaat selain menunda kemungkinan Suriah keluar dari kekacauan ini," kata Menteri Luar Negeri Feridun Sinirlioglu hari Kamis.

Pernyataan Sinirlioglu muncul dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan dengan rekan Arab nya Adil al-Jubeir di ibukota Ankara.

"Rusia berada di tengah-tengah kesalahan besar," kata Sinirlioglu, menunjuk bahwa oposisi Suriah menginginkan rakyat Suriah untuk hidup dalam demokrasi dan sejalan dengan kehormatan kemanusiaan.

"Turki akan terus mendukung tuntutan hukum oposisi Suriah sampai akhir, karena akhirnya orang yang benar yang akan menang," kata Menteri Turki tersebut.

Ia mengatakan prioritas Turki adalah untuk melindungi kesatuan teritorial Suriah serta Irak dan memberikan kontribusi untuk stabilitas regional.

Sinirlioglu juga menepis anggapan bahwa rezim Bashar al-Assad tetap berkuasa di Suriah, dan mengatakan: "Jika ada orang yang berpikir bahwa Suriah akan mencapai stabilitas dengan Assad, mereka bermimpi."

Menteri juga menepis kata sambutan Salih Muslim, pemimpin Partai Uni Demokratik Kurdi atau PYD, yang berbasis di Suriah, yang mengancam Turki dengan "serangan" mereka.

"Saya mengundang Salih Muslim untuk menunjukkan perasaan yang baik. Jika ia meragukan niat dan resolusi Turki, itu tidak akan baik untuk dia," kata Sinirlioglu. "Tidak ada yang harus berusaha untuk menguji resolusi ini dalam memerangi terorisme."

Muslim berbicara kepada the Kurdish Firat News Agency, bereaksi terhadap Perdana Menteri Ahmet Davutoglu yang memperingatkan PYD untuk tidak menggunakan senjata yang diberikan oleh AS di Turki. PYD dianggap sebagai cabang Suriah organisasi PKK.

Davutoglu mengatakan PYD akan diserang seperti PKK jika senjata tersebut masuk.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button