FSA: Kami Tidak Menolak Dukungan Rusia, Jika…
LONDON (Jurnalislam.com) – Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army/FSA) yang didukung Barat (AS) mengatakan pada hari Senin (26/10/2015) bahwa mereka tidak menolak tawaran dukungan militerdari Rusia, tapi Moskow juga harus berhenti menargetkan pangkalan FSA di Suriah, lansir Reuters pada hari Senin.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Sabtu (24/10/2015) bahwa Angkatan Udara Rusia, yang telah membom kelompok koalisi pejuang Islam di Suriah sejak 30 September, akan siap untuk membantu kelompok pejuang moderat dukungan Barat (AS), jika tahu di mana mereka berada.
"Kami tidak menolak tawaran itu. Kami hanya mengatakan jika Rusia serius mengenai tawaran mereka maka mereka harus segera berhenti menargetkan pangkalan kami dan menargetkan daerah sipil," Mayor Issam Al Reis, juru bicara FSA, kepada BBC.
"Kami tidak butuh bantuan sekarang, mereka harus berhenti menyerang basis kami dan kemudian kita bisa bicara tentang kerjasama di masa depan."
Namun, juru bicara FSA itu juga mengatakan bahwa mereka menghadapi empat kelompok lain tanpa senjata yang cukup dan tidak ada niat dari dunia internasional untuk mempersenjatai mereka.
Juga pada hari Senin, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bodganov mengatakan bahwa delegasi dari FSA telah mengunjungi Moskow beberapa kali, kantor berita Rusia melaporkan.
"Ya, mereka ada di sini, termasuk (pekan) ini juga," katanya, menjawab pertanyaan apakah kelompok itu mengunjungi Moskow pekan lalu, menurut kantor berita Interfax.
Serangan udara Rusia telah membom beberapa kelompok pejuang yang berafiliasi dengan FSA di wilayah Suriah barat yang penting bagi kelangsungan hidup rezim Bashar al-Assad.
Area dimana Front Southern beroperasi dekat perbatasan dengan Yordania dan Israel belum ditargetkan dalam serangan udara Rusia, yang telah menyerang daerah lebih ke utara.
Kelompok yang berafiliasi FSA telah dikalahkan di banyak wilayah Suriah oleh pejuang jihadis (mujahidin) Jabhah Nusrah cabang resmi al Qaeda di Suriah dan Koalisinya.
Tapi ada juga sejumlah kelompok anti rezim Assad, sebagian besar dipimpin oleh mantan perwira militer Suriah yang membelot dari tentara Assad. Beberapa telah menerima dukungan militer asing, termasuk pelatihan dari Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA), dan bantuan senjata.
Mereka dilengkapi dengan senjata dari negara-negara yang menentang Assad melalui Turki dan Yordania.
Deddy | Reuters | Alarabiya | Jurniscom



