Qatar Tunda Intervensi Militer di Suriah, Inilah Sebabnya
QATAR (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Qatar Khalid al Attiyah telah mengesampingkan intervensi militer di wilayah Suriah, menambahkan bahwa bantuan keuangan lebih dibutuhkan di negara yang dilanda perang tersebut, lansir Aljazeera, Kamis (29/10/2015).
Meskipun baru-baru ini telah mengatakan bahwa Qatar akan melakukan "intervensi militer" untuk melindungi Suriah yang terjebak dalam perang antara tentara rezim Assad dan sekutunya dengan pejuang oposisi Suriah, al Attiyah mengesampingkan kemungkinan pengerahan pasukan darat atau serangan udara Qatar, dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera untuk ditayangkan pada hari Jumat.
"Mereka dapat membebaskan negara mereka sendiri. Apa yang mereka inginkan adalah dukungan finansial, mereka ingin orang mendengarkan mereka."
Ditanyakan oleh host dari Up Front Mehdi Hasan tentang dukungan Qatar untuk kelompok pejuang Ahrar al Sham, yang oleh kelompok hak asasi manusia dituduh melakukan kejahatan perang, al Attiyah mengatakan: "Saya tidak berpikir Ahrar al Sham melakukan tindak kejahatan tersebut. "
Seminggu sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan CNN, al Attiyah menyarankan Qatar melakukan intervensi militer menyusul intervensi Rusia dalam mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, tapi mengatakan masih menyukai solusi politik untuk mengatasi krisis Suriah.
Komentar-komentar tersebut dibalas cepat oleh pemerintah Assad dengan peringatan dari seorang pejabat senior bahwa Damaskus akan menanggapi dengan keras setiap "agresi langsung."
Ketika ditanyakan oleh CNN akankah Qatar mendukung aksi militer Saudi dalam menanggapi intervensi Rusia, al Attiyah mengatakan: "Segala upaya untuk melindungi rakyat Suriah dan Negara Suriah akan kita laksanakan dengan saudara Saudi dan Turki, tidak peduli apa pun bentuknya.”
Deddy | Al Jazeera | Jurniscom

