Internasional

Penyelidik Keterlibatan Inggris dalam Perang di Irak 2001 Dikritik

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Sebuah penyelidikan independen mengenai keterlibatan Inggris dalam perang Irak  yang telah lama ditunggu-tunggu mendapatkan kritikan karena baru akan dipublikasikan Juni atau Juli mendatang, tujuh tahun setelah pertama kali diumumkan, lansir World Buletin, Kamis (29/10/2015).

Penyelidikan publik yang dipimpin oleh Sir John Chilcot awalnya ditugaskan oleh mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown untuk memeriksa keterlibatan Inggris di Irak antara tahun 2001 dan 2009.

"Saya menganggap bahwa setelah Keamanan Nasional telah selesai diperiksa, Anda (Perdana Menteri James Cameron) kemungkinan harus setuju untuk publikasi pada bulan Juni atau Juli 2016," tulis Chilcot dalam sebuah surat kepada perdana menteri yang dirilis oleh Downing Street Kamis .

Dalam balasannya, Cameron mengatakan dia "kecewa" bahwa laporan tersebut akan selesai musim panas mendatang.

Dia menambahkan ia senang memberikan sumber daya yang dibutuhkan untuk "mempercepat tahap akhir pemeriksaan" dan menambahkan bahwa ia bermaksud menyelesaikan peninjauan dokumen keamanan nasional itu "secepat mungkin".

Chilcot katanya memperkirakan teks laporan akan lengkap "di minggu-minggu awal April 2016" tetapi menambahkan bahwa proses peninjauan dokumen untuk memastikan bahwa keamanan nasional Inggris tidak dilanggar oleh isi dokumen akan memakan waktu "beberapa minggu", terutama mengingat Laporan tersebut berisi lebih dari 2 juta kata.

Laporan ini mengambil bukti dari berbagai tokoh-tokoh kunci masyarakat, termasuk Brown dan mantan Perdana Menteri Tony Blair, tetapi sejak itu terhambat oleh fakta lamanya pengecekan dan proses yang dikenal sebagai Maxwellisation, di mana setiap individu diberi kesempatan untuk menanggapi kritik dalam laporan tersebut.

Reg Keys, yang anaknya, Thomas, adalah seorang tentara Inggris yang tewas di Irak, mengatakan penundaan itu "berlangsung terlalu lama".

Dia mengatakan kepada BBC: "Kami, keluarga, percaya bahwa Sir John memungkinkan proses Maxwellisation yang konyol ini berjalan terlalu lama. Ia memakan waktu dua tahun, seharusnya enam bulan saja."

"Tidak ada persyaratan hukum baginya karena melakukan hal itu, dan kita semua sekarang akan menerima laporan tersebut dalam versi yang berbeda yang dilakukan Sir John terhadap para PNS dan politisi senior."

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button