Internasional

Tanggapi Sikap Turki, Putin Kirim Rudal Udara Jarak Jauh S-400 ke Suriah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Dalam sebuah langkah yang akan meningkatkan potensi ancaman konflik Rusia-NATO, Rusia mengatakan pada hari Rabu (25/11/2015) bahwa mereka akan mengerahkan rudal pertahanan udara jarak jauh ke basis mereka di Suriah dan menghancurkan sasaran yang dapat mengancam pesawat tempur mereka menyusul jatuhnya sebuah jet militer Rusia oleh Turki.

Kantor berita RIA Novosti milik negara Rusia telah melaporkan bahwa Rusia telah mengerahkan rudal pertahanan udara jarak jauh di pangkalan di Suriah.

Insiden anggota NATO menembak jatuh sebuah pesawat Rusia adalah pertama kalinya dalam setengah abad. Jika Rusia merespon dengan menjatuhkan sebuah pesawat Turki, anggota NATO Turki bisa memproklamasikan dirinya diserang dan meminta aliansi untuk bantuan militer.

Sebagian pengamat percaya bahwa konfrontasi militer langsung tidak mungkin terjadi, tetapi penembakan pesawat akan mempertegang konflik Suriah dan menyulitkan upaya perdamaian internasional.

Situasi ini juga mengkhawatirkan karena kedua presiden Rusia dan Turki sama-sama tampil sebagai pemimpin yang kuat dan akan enggan untuk mundur dan mencari kompromi.

Sebuah ledakan rudal S-400 Rusia jatuh di kisaran penembakan Kapustin Yar dekat Astrakhan, 1150 km sebelah selatan Moskow, 12 Februari 1999, Reuters.

Rudal S-400, yang diperintahkan dikirim oleh Presiden Rusia Vladimir Putin ke pangkalan udara Hemeimeem di provinsi pesisir Suriah Latakia, yang terletak hanya 50 km dari perbatasan dengan Turki. Rudal tersebut mampu menyerang target dalam jarak 400 km dengan keakuratan yang mematikan. Militer juga memindahkan kapal rudal angkatan laut Moskva lebih dekat ke pantai untuk membantu melindungi pesawat tempur Rusia dengan sistem pertahanan udara jarak jauh Fort.

"Sistem ini akan siap untuk menghancurkan sasaran udara yang berpotensi bahaya untuk pesawat kami," kata Menteri Pertahanan Sergei Shoigu di Rusia dalam pertemuan dengan para pejabat militer. Dia juga mengumumkan pemutusan semua hubungan militer dengan Turki dan mengatakan bahwa dari sekarang, pembom Rusia akan selalu dikawal oleh pasukan pada misi tempur di Suriah.

Deddy | AFP | Reuters | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button