Jabhah Nusrah Kecam Pembicaraan di Riyadh
SURIAH (Jurnalislam.com) – Pemimpin Jabhah Nusrah cabang resmi Al Qaeda di Suriah mengecam upaya Arab Saudi menyatukan kelompok-kelompok oposisi Suriah dan mengatakan mereka yang terlibat dalam pembicaraan tersebut telah melakukan "pengkhianatan", Aljazeera melaporkan, Sabtu (12/12/2015).
Dalam sebuah wawancara dengan beberapa awak media, termasuk Al Jazeera, amir Jabhah Nusrah, Syeikh Abu Muhammad al Jaulani mengatakan konferensi Riyadh adalah bagian dari konspirasi untuk menghidupkan kembali dan mempertahankan rezim Bashar al-Assad.
"Konferensi itu tidak terorganisir untuk membantu rakyat Suriah," kata Syeikh Jaulani.
Meskipun tidak diundang dalam pembicaraan di Saudi, Syeikh al Jaulani mengatakan Jabhah Nusrah tidak akan menghadiri konferensi seandainya diundang.
“Kelompok bersenjata lainnya yang menghadiri konferansi telah melakukan pengkhianatan terhadap pengorbanan yang telah dilakukan rakyat Suriah dalam perang hampir lima tahun, kata Syeikh Jaulani.
Pertemuan Saudi berjalan setelah para diplomat dari 17 negara termasuk pendukung dan penentang pemerintah Assad sepakat pada bulan lalu di Wina untuk selesaikan konflik Suriah.
Syeikh Jaulani mengesampingkan kemungkinan gencatan senjata atau penyelesaian politik dengan pemerintah Assad, menambahkan pasukan rezim Suriah hanya menguasai sekitar 20 persen dari wilayah negara itu.
"Rezim Assad telah selesai … dan sebenarnya rezim itu telah menjadi sekedar sebuah faksi yang dikendalikan oleh Assad," kata Syeikh Jaulani.
Lebih dari 250.000 orang tewas dan jutaan terpaksa mengungsi sejak konflik Suriah meletus pada Maret 2011 dalam protes anti rezim.
Syeikh al Jaulani mengatakan, “Sejak meluncurkan aksi militer pada bulan September, Rusia sejauh ini gagal untuk membuat kemajuan yang signifikan dan gagal dalam menopang pemerintah Suriah.
Dia juga menekankan bahwa Jabhah Nusrah tidak berniat operasi terhadap siapa pun di luar Suriah.
Dia mengatakan Jabhah Nusrah tidak akan bekerjasama dengan Barat dalam bentuk apapun karena komitmennya untuk menegakkan "Keadilan Islam".
Syeikh Abu Muhammad al Jaulani juga menjaga hubungan Jabhah Nusrah dengan al-Qaeda, memuji untuk mengalahkan desain Barat terhadap kaum Muslim di Afghanistan dan Irak.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam



