Internasional

Pasukan Turki Tinggalkan Kamp Bashiqa di Irak utara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan penataan ulang pasukan Turki di Irak yang merupakan bagian dari kebutuhan militer.

Sebelumnya pada hari Senin (14/12/2015), sumber militer Turki mengatakan bahwa beberapa tentara Turki yang dikerahkan di kamp pelatihan Bashiqa di Irak utara telah ditarik ke bagian lain di Irak utara, lansir Anadolu Agency, Senin.

Sumber, yang berbicara pada kondisi anonimitas, mengatakan bahwa pasukan Turki meninggalkan kamp dalam konvoi yang terdiri dari 10 sampai 12 kendaraan tapi tidak mengatakan berapa banyak tentara yang meninggalkan kamp, ​​serta kapan atau ke arah mana mereka menuju. Sejumlah tank yang tidak ditentukan jumlahnya juga meninggalkan kamp.

"Turki selalu melakukan segala hal yang menjadi kebutuhan militer. Kami telah mengambil langkah penataan ulang yang diperlukan seperti yang telah disebutkan dalam pernyataan Perdana Menteri," kata Davutoglu kepada A Haber Channel, Senin.

"Pasukan penguatan dilakukan ketika ancaman meningkat. Ketika ancaman menurun, pasukan penguatan dikirim ke tempat lain, tetapi aktivitas di sana terus berlanjut," katanya.

Davutoglu tidak mengungkapkan lokasi di mana pasukan Turki dikirim karena khawatir akan masalah keamanan.

"Di mana mereka dikirim, apa yang terjadi pada mereka, seperti juga rincian tentang kegiatan merupakan privasi militer, jika tidak, keselamatan tentara kami akan berada dalam bahaya," tambah perdana menteri.

Baghdad mengeluhkan pengerahan pasukan 4 Desember ke wilayah dekat Mosul, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Irak dan bersikeras agar pasukan Turki tersebut ditarik mundur.

Turki mengatakan bahwa hingga 150 tentara dan 25 tank ditempatkan di Bashiqa.

Baca juga: Erdogan: Pasukan Turki Telah di Mosul Sejak 18 Bulan Lalu

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button