Serangan Udara Rusia Hantam Kota Raqqa, 21 Warga Sipil Tewas
SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 21 warga sipil tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan udara yang diduga dilakukan Rusia di kota Raqqa di Suriah utara, Al Jazeera melaporkan, Kamis (17/12/2015).
Pesawat tempur tersebut pada hari Kamis menargetkan beberapa bangunan di kota yang berada di bawah kendali Islamic State (IS) sejak awal 2014.
Ghareb al-Omawi, seorang aktivis lokal, mengatakan, dua petugas pemadam kebakaran termasuk diantara mereka yang tewas.
"Tiga mobil pemadam kebakaran menjadi sasaran dalam serangan udara dan menewaskan dua petugas pemadam kebakaran. Pemukiman menjadi sasaran dan 21 warga sipil tewas," katanya kepada Al Jazeera.
"Ini rutin terjadi di sini di Raqqa, ini adalah realitas hidup kita."
Al-Omawi adalah anggota dari kelompok Raqqa Is Being Slaughtered Silently (Raqqa Dibinasakan secara Diam-diam), yang diluncurkan pada April 2014 dengan tujuan mengekspos "kekejaman berkomitmen" yang dilakukan oleh pemerintah Suriah dan IS.
Seorang anggota kelompok, Ahmad Mohamed al-Mousa, dibunuh oleh sekelompok orang bertopeng dan bersenjata di Idlib pada hari Kamis, al-Omawi mengatakan kepada Al Jazeera.
Pada bulan November, kelompok tersebut dianugerahi penghargaan kebebasan pers internasional 2015 oleh Komite untuk Melindungi Wartawan (Committee to Protect Journalists).
Dalam perkembangan di tempat lain, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa sedikitnya tujuh warga sipil tewas dalam serangan udara yang diduga dilakukan Rusia di pinggiran kota Aleppo.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

