Pejuang Suriah Gempur Kembali Serangan Rezim
SURIAH (Jurnalislam.com) – Pejuang Suriah mengatakan mereka telah menggempur kembali serangan utama rezim pemerintah dekat kota Sheikh Maskin di selatan saat pertempuran semakin sengit untuk menguasai rute pasokan penting, Aljazeera melaporkan, Kamis (31/12/2015)
Pertempuran di hari Kamis terjadi saat pasukan yang setia kepada rezim Syiah Nushairiyah Assad – yang didukung oleh kekuatan udara Rusia – berupaya merebut kembali kendali rezim di provinsi Deraa.
Menguasai Sheikh Maskin sangat penting bagi pemerintah maupun pejuang karena merupakan rute pasokan utama yang menghubungkan oposisi di selatan dengan wilayah di pinggiran kota Damaskus.
Jika kemenangan jatuh di pihak rezim maka akan memaksa faksi-faksi jihad seperti Jabhah Nusrah, termasuk kelompok oposisi moderat, FSA yang didukung Barat – menarik diri dari provinsi sepenuhnya.
Sebelumnya, hubungan antara faksi-faksi perlawanan ditandai oleh seringnya terjadi konflik dan saling menyerang. Namun hal itu telah berubah dengan adanya serangan gencar dari rezim Assad dan Rusia.
Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Adana di Turki selatan, mengatakan, kekalahan di sisi pejuang akan menempatkan mereka dalam posisi yang sulit ketika negosiasi antara kedua pihak dimulai pada bulan Januari.
"Pihak oposisi telah menyerukan agar kelompok mereka mengesampingkan perbedaan diantara mereka untuk mempertahankan wilayah Sheikh Maskin. Sebuah kekalahan setiap saat dapat merusak peluang mendorong konsesi lebih terhadap pemerintah dalam pembicaraan mendatang yang akan diselenggarakan di Jenewa," Ahelbarra mengatakan.
Perang global Suriah memasuki tahun kelima pada bulan Maret. Konflik dimulai ketika unjuk rasa awalnya berlangsung damai menentang Assad namun dibubarkan dengan kekuatan militer yang mematikan.
Protes pertama terhadap kekuasaan Assad dimulai di provinsi Deraa Maret 2011 sebelum berkembang menjadi konflik bersenjata penuh yang telah menewaskan lebih dari 250.000 orang, menurut statistik PBB.
Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok pemantau, mengatakan pada hari Kamis bahwa lebih dari 55.000 orang, termasuk hampir 30.000 adalah warga sipil, telah tewas di Suriah pada tahun 2015 saja.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

