Analisis: Israel Takut Faksi Bersenjata Suriah di Perbatasan Menyerang
PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pusat Studi Urusan Israel – Palestina menurunkan analisis konperhensif terkait kejadian tahun 2015 dan mencoba memprediksi tahun 2016 dari sisi politik dan keamanan, lansir Infopalestina, Kamis (0701/2016).
Bagi Israel, perbatasan utara (Libanon dan Suriah) menjadi kekhawatiran keamanan tersendiri karena berkembangnya peristiwa baru mulai dari Syiah Hezbollah Libanon, faksi-faksi Jihad Suriah dan kelompok bersenjata lainnya juga banyaknya kepentingan dari sejumlah negara di Suriah. Bagi Israel, keamanan di front perbatasan ini mengalami penurunan. Apalagi kelompok bersenjata di Suriah sudah berani melakukan serangan ke target Israel dan ke wilayah Libanon.
Yang ditakutkan Zionis adalah jika konfrontasi terjadi dan mendorong banyak faksi militer di sana terlibat perang dengan Israel. Analisis keamanan Israel dalam menyikapi front utara ini, berusaha membangun koalisi strategi dengan Rusia dan Amerika untuk menjamin dapatnya dukungan.
Beberapa saat lalu, Israel bersama Rusia menyerang kelompok pejuang anti Assad di Suriah. Namun paling dikhawatirkan Israel adalah jika faksi-faksi Palestina ikut bergerak ke wilayah utara ini yang sudah terbuka dan berkoalisi dengan kelompok bersenjata lainnya sehingga akan membalikkan perimbangan kekuatan.
Menurut Pusat Studi ini, wilayah utara menjadi sangat berpengaruh dengan peristiwa Palestina karena terkait dengan Libanon dan Suriah. Namun keterlibatan faksi Palestina di sana kemungkinan masih kecil peluangnya. Karena akan menyebabkan derita tersendiri bagi pengungsi Palestina di sana, seperti yang terjadi di kamp Yarmouk.
Deddy | Infopalestina | Jurnalislam


