George Floyd Positif, Demonstran AS Diminta Tes Covid-19

AMERIKA(Jurnalislam.com)–George Floyd dinyatakan positif terinfeknsi corona Covid-19. Sebagaimana dilaporkan CNN International, lelaki yang kematiannya memicu amarah warga AS itu, adalah penderita Covid-19.
Hal ini didapat dari laporan otopsi pemerintah di Hennepin County Medical yang dirilis, Kamis (4/6/2020). “Usap hidung post mortem ditemukan positif untuk RNA 2019-nCOV,” tulis laporan itu.
Secara lebih lanjut hal ini juga dikatakan dokter otopsi dr. Andrew Baker. Namun, ditegaskannya sepertinya Floyd merupakan orang tanpa gejala.
“Hasil otopsi sepertinya merefleksikan kasus asimtomatik tetapi PCR menunjukkan adanya infeksi,” katanya.
Laporan ABC menyebutkan Floyd dikatakan sudah terinfeksi sejak 3 April. Ini diketahui dari tes yang dilakukannya bulan tersebut.
Namun pemberitaan ini masih simpang siur. Floyd juga sempat dikabarkan sudah sembuh dari corona meski virus masih ditemukan dalam tubuhnya.
Tapi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan positif RNA belum tentu mengindikasikan seseorang bisa menularkan COVID-19. Sebelumnya dalam otopsi independen, ia disebut meninggal karena dibunuh.
Sementara itu, Gubernur negara bagian Minnesota Tim Walz meminta semua pengunjuk rasa untuk diuji COVID-19. Ini dikatakannya setelah pemberitaan hasil positif Floyd keluar.
“Siapa pun yang berdemonstrasi harus menerima tes untuk Covid-19,” tulis Walz Kamis malam dikutip CNN International.
“Jika Anda pikir Anda telah terpapar, dapatkan tes lima hari setelah acara. Jika tes itu ternyata negatif, tes lagi 14 hari setelah acara,” katanya.
Sumber: cnbcindonesia




