Internasional

Antisipasi terhadap Rusia, NATO Sebarkan Pesawat pengintai di Turki

BERLIN (Jurnalislam.com) – NATO akan segera mengerahkan pesawat pengintai AWACS di Turki untuk meningkatkan pertahanan udara negara itu, para pejabat Jerman mengatakan, lansir Anadolu Agency, Senin (28/12/2015).

Juru bicara wakil Kementerian Pertahanan Jerman Boris Nannt mengatakan beberapa pesawat AWACS yang ditempatkan di Pangkalan Udara NATO di Geilenkirchen, di Jerman Barat, akan dikirim ke Pangkalan Udara Konya dalam beberapa hari mendatang, sebagai bagian paket NATO baru-baru ini yang menyetujui bantuan tambahan untuk Turki.

"Ini benar-benar akan menjadi ukuran defensif," kata Nannt pada konferensi pers di Berlin, menambahkan bahwa perencanaan NATO mengenai jangka waktu dan jumlah pesawat yang akan digunakan di Turki masih berlangsung.

Ia mengatakan tentara Jerman yang ditempatkan di Geilenkirchen juga akan ambil bagian dalam misi.

Jerman saat ini menyediakan 30 persen dari personil kekuatan AWACS NATO, dan memiliki sekitar 300 tentara di pangkalan Geilenkirchen.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Martin Schaefer mengatakan bahwa pemerintah Jerman telah menginformasikan kepada parlemen tentang rincian misi yang direncanakan, dan juga menambahkan bahwa tidak akan ada kebutuhan untuk mosi parlemen, karena penyebaran tersebut berada di bawah persyaratan NATO, dan juga bersifat defensif (bertahan).

AWACS adalah singkatan dari "Airborne Warning and Control System (Sistem Peringatan dan Kontrol Udara)", yaitu pesawat militer khusus dilengkapi radar jarak jauh yang mampu mendeteksi kontak udara dan permukaan.

Sekutu NATO telah memutuskan pada 18 Desember untuk memberikan peningkatan pertahanan udara kepada Turki, mengingat situasi di Suriah, dan ketegangan setelah jatuhnya sebuah pesawat perang Rusia pada 24 November.

Paket NATO menawarkan Turki dukungan tambahan mencakup peningkatan kepolisian udara dan peningkatan kehadiran angkatan laut, termasuk panggilan pelabuhan, latihan dan pesawat patroli maritim, di Mediterania Timur.

NATO telah meningkatkan pertahanan udara untuk Turki selama bertahun-tahun, dan jatuhnya pesawat perang Rusia, yang dikatakan Ankara melanggar wilayah udara Turki, telah memicu dukungan NATO.

Pesawat tempur Rusia telah melanggar wilayah udara Turki sebelumnya dua kali pada bulan Oktober. Insiden tersebut terjadi di awal serangan udara Rusia di Suriah pada 30 September dan menyebabkan kecaman internasional.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button