Erdogan: Tuduhan Rusia, Turki akan Serang Suriah “Menggelikan”
TURKI (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (05/02/2016) mengecam Rusia karena telah menuduh bahwa Turki aktif bersiap untuk menyerang Suriah, hal itu "menggelikan".
"Saya mengatakan bahwa pernyataan Rusia ini menggelikan … Rusialah yang hingga saat ini aktif terlibat dalam invasi ke Suriah," kata Erdogan, seperti dikutip oleh kantor berita yang dikelola negara, Anatolia, Jumat.
Sebelumnya, seorang pejabat senior pemerintah Turki mengatakan pada hari Jumat bahwa Turki tidak merencanakan serangan militer ke Suriah dan perkataan Rusia mengenai tindakan tersebut adalah propaganda.
Erdogan mengatakan Rusia harus bertanggung jawab untuk korban yang telah tewas di Suriah dalam operasi militer (serangan udara), mengatakan agresi Moskow dan rezim Damaskus sama-sama bertanggung jawab untuk 400.000 kematian di sana, Dogan News Agency melaporkan pada hari Jumat.
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Senegal saat kunjungan kenegaraan ke negara Afrika Barat, Erdogan juga mengatakan Rusia terlibat dalam invasi Suriah dan Rusia berusaha untuk mendirikan sebuah "negara butik" untuk sekutu lamanya Bashar al Assad.
"Turki tidak memiliki rencana atau pikiran melakukan sebuah operasi militer atau serangan darat di Suriah," kata Erdogan kepada Reuters, dan menambahkan Rusia lah yang telah meningkatkan operasi militernya sendiri di Suriah setiap hari, Rsuaia tidak bekerja mencari solusi.
"Turki adalah bagian dari koalisi, bekerja sama dengan sekutu kami, dan akan terus melakukannya. Seperti yang kita telah berulang kali katakan, Turki tidak akan bertindak secara sepihak, "kata pejabat itu.
Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka, Turki, sedang menyiapkan serangan militer ke Suriah, saat sumber militer Suriah mengatakan Aleppo akan segera dikelilingi oleh pasukan pemerintah dengan dukungan udara Rusia.
Turki sebaliknya mengatakan Moskow mencoba mengalihkan perhatian terhadap "kejahatan perangnya" padahal mereka sendiri di Suriah, Aleppo terancam dengan "pengepungan kelaparan".
Turki mengatakan memiliki hak mengambil langkah-langkah untuk melindungi keamanan.
PBB pada Rabu menangguhkan perundingan perdamaian pertama dalam dua tahun, menghentikan upaya yang dari awal tampaknya ditakdirkan gagal saat perang yang berkecamuk masih berlanjut. Namun Washington mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka berharap akan melanjutkan perundingan pada akhir bulan, dan Rusia mengatakan, pihaknya memperkirakan bahwa paling lambat 25 Februari.
Bantuan diselenggarakan di London untuk mengatasi krisis pengungsi yang tercipta akibat konflik. Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan mereka meningkatkan $ 11.000.000.000 untuk kebutuhan kemanusiaan Suriah selama empat tahun ke depan.
Turki mengatakan pada konferensi hingga 70.000 pengungsi dari Aleppo telah bergerak menuju perbatasan untuk melarikan diri dari serangan brutal pesawat tempur Rusia.
Deddy | Alarabiya | Jurnalislam


