Internasional

Perang Suriah Menjadi ‘Multi-sided Proxy War’

SURIAH (Jurnalislam.com) – Perang Suriah telah berubah menjadi konflik proxy multifaset (perang proxy banyak pihak) yang dibentuk oleh jaringan rumit aliansi, penyelidik PBB mengatakan Senin, lansir World Bulletin, Selasa (23/02/2016).

Komisi Internasional Independen tentang Penyelidikan Suriah mengatakan dalam laporan terbaru kejahatan perang yang "merajalela" dalam konflik ini, dan bahwa mereka diperburuk oleh "impunitas terang-terangan".

"Resolusi Dewan Keamanan sebagian besar tetap diabaikan dan tidak diimplementasikan. Kejahatan terhadap kemanusiaan terus dilakukan oleh pasukan rezim pemerintah Assad dan oleh kelompok Islamic State (IS)", isi laporan tersebut.

"Konflik telah menjadi proxy war multi sisi yang dikemudikan dari luar negeri oleh jaringan aliansi yang rumit ", katanya, menambahkan bahwa negara-negara besar "yang seolah-olah mendorong solusi damai untuk perang, sesungguhnya mereka malahan yang terus melakukan eskalasi militer."

Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim menindak protes unjuk rasa dengan kebrutalan yang tak terduga.

Lebih dari 470.000 korban tewas dan lebih dari 10 juta menjadi pengungsi.

Penyelidik PBB mengatakan pasukan rezim dan sekutunya serta IS "sengaja" menargetkan rumah sakit di daerah yang tidak di bawah kendali mereka, menambahkan bahwa serangan ini "mengakibatkan sedikit atau bahkan hilangnya bantuan medis".

Rezim Assad dan serangan udara Rusia juga terus menyerang pasar, toko roti dan tempat-tempat bantuan kemanusiaan di daerah yang dikuasai oposisi, kata laporan tersebut.

"Serangan ke daerah penduduk berfungsi untuk menakut-nakuti warga sipil, bahkan menghapus jaminan keamanan. Serangan yang mendominasi berita utama ketika terjadi di Eropa, secara tragis merupakan serangan biasa di Suriah", tambahnya.

Komisi itu juga menegaskan kembali permintaan sebelumnya kepada Dewan Keamanan PBB untuk merujuk situasi di Suriah ke Mahkamah Pidana Internasional.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button