Rezim Kabul, China, Pakistan dan AS Undang Taliban Pembicaraan Damai pada Bulan Maret
AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai langsung antara Afghanistan dan pemimpin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) diharapkan dapat berlangsung awal Senin depan, para pemimpin Afghanistan dan para pejabat Amerika Serikat, China dan Pakistan mengatakan pada hari Selasa (23/02/2016), World Bulletin melaporkan.
Pakistan telah setuju untuk menjadi tuan rumah pembicaraan, kata pernyataan bersama Afghanistan dan tiga mitranya di Kelompok Koordinasi Segiempat setelah bertemu di Kabul.
Empat negara "mengundang Taliban dan semua kelompok lain untuk berpartisipasi melalui wakil-wakil mereka yang berwenang di putaran pertama pembicaraan damai langsung dengan pemerintah Afghanistan yang diharapkan berlangsung pada minggu pertama Maret 2016," kata pernyataan itu.
"Pakistan telah menawarkan diri menjadi tuan rumah putaran pembicaraan di Islamabad," tambahnya.
Delegasi dari Afghanistan, China, Amerika Serikat dan Pakistan bertemu di ibukota untuk putaran pembicaraan keempat yang bertujuan membentuk jalan kembali ke proses perdamaian yang baru lahir, yang terganggu oleh pengumuman musim panas lalu bahwa pemimpin Taliban Mullah Omar telah meninggal.
Perwakilan Taliban absen dari proses sampai saat ini.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani mengatakan kepada para peserta bahwa ia ingin agar pertemuan Kabul menyusun rincian pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban sebelum akhir Februari.
"Untuk mengakhiri perang dan pertumpahan darah di negara tersebut, pemerintah Afghanistan sekali lagi menyerukan Taliban untuk mengambil bagian dalam pembicaraan damai," tambah Rabbani.
Putaran pertama pembicaraan langsung bersejarah dengan Taliban berlangsung di kota resor Pakistan, Muree, Juli lalu, namun terhenti setelah Taliban mengkonfirmasi kematian Syeikh Mullah Umar.
Prakarsa pembicaraan damai terbaru diusulkan rezim Kabul setelah mujahidin Taliban terus melancarkan Operasi Militer “Azm” hingga musim dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Afghanistan, menggarisbawahi situasi semakin memburuk lebih dari 14 tahun setelah pasukan multinasional serta pasukan NATO pimpinan AS melakukan agresi militernya.
Putaran pertama berupaya untuk bisa membawa para mujahidin kembali ke meja perundingan dimulai di Islamabad pada bulan Januari, diikuti oleh dua pertemuan lain di Afghanistan dan Pakistan.
Juga pada hari Selasa, Presiden Ashraf Ghani mengumumkan ia mencopot Rabbani sebagai kepala Dewan Perdamaian Tinggi, badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk bernegosiasi dengan pemberontak, tanpa menentukan alasan.
Pir Sayyid Ahmad Gailani, pemimpin berpengaruh di Pashtun yang sebagian besar ada di Taliban, akan menggantikanl posisinya.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam


