Nasional

Pemerintah Ngotot Gelar Pilkada, PBNU: Keselamatan Lebih Utama!

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menekankan aspek keselamatan jiwa manusia lebih penting dari kegiatan apa pun. Pernyataan itu disampaikannya guna menyikapi keputusan pemerintah yang tidak menunda pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

Said Aqil menyampaikan usulan ormas termasuk PBNU untuk menunda Pilkada 2020 atas pertimbangan kemanusiaan. Ia menyatakan, keselamatan jiwa tidak bisa dinegosiasikan, terlebih oleh kegiatan politik.

“Keselamatan jiwa, masyarakat, agama, itu mandat UUD, kita harus utamakan dari segalanya,” kata Said Aqil dalam konferensi pers PBNU secara virtual pada Rabu, (23/9).

Said Aqil mengklarifikasi usulan menunda Pilkada 2020 jangan disalahartikan sebagai langkah menjegal agenda politik. Sikap itu disampaikan PBNU karena peduli pada kondisi pandemi Covid-19 yang kian mengganas.

“Jangan salah paham bahwa NU ini menghambat keberlangsungan agenda demokrasi, sama sekali tidak seperti itu,” ujar Said Aqil.

Walau demikian, PBNU tetap menerima keputusan pemerintah sebagai yang punya otoritas. Namun, PBNU mewanti-wanti agar pemerintah bertanggung jawab atas konsekuensi memaksakan Pilkada 2020.

“Sikap pemerintah ya silakan, rekomendasi kita diterima alhamdulillah. Kalau tidak diterima maka kami sudah lepas dari tanggung jawab kemanusiaan,” tegas Said Aqil.

sumber: republika.co.id

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button