687 Orang Tewas dalam Seminggu Gencatan Senjata Parsial Suriah
SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebanyak 135 orang tewas dalam pekan pertama gencatan senjata di Suriah di wilayah yang masuk lingkup perjanjian penghentian perperangan dan 552 orang tewas di daerah yang tidak tercakup oleh gencatan senjata, menurut sebuah kelompok pemantau, lansir Aljazeera, Sabtu (05/03/3016).
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan pada hari Sabtu saja bahwa sedikitnya 45 oposisi moderat, serta 32 warga sipil, termasuk tujuh anak, berada di antara korban tewas.
Kemudian 25 tentara rezim Bashar al-Assad serta 27 pasukan milisi Kurdi Suriah juga tewas.
SOHR yang berbasis di Inggris memonitor perang global lima tahun di negara itu, yang secara keseluruhan telah menewaskan lebih dari 270.000 orang dan mengakibatkan jutaan pengungsi.
Bantuan kemanusiaan pada hari Jumat mencapai daerah dekat ibukota Suriah, Damaskus, di mana pertempuran telah terjadi di antara kelompok oposisi dan pasukan rezim Nushairiyah, dan kelompok oposisi mengatakan tidak cukup bantuan yang mereka dapatkan.
Mengambil keuntungan dari jeda pertempuran, konvoi bantuan makanan dan perlengkapan lainnya untuk 20.000 orang meninggalkan Damaskus menuju distrik Timur Ghouta di timur, kata Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.
PBB memperkirakan bahwa ada hampir 500.000 orang yang hidup di bawah pengepungan rezim, dari total 4,6 juta yang sulit dijangkau dengan bantuan.
Di tempat lain, didukung oleh gencatan senjata, pengunjuk rasa di daerah yang dikuasai oposisi turun ke jalan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun untuk unjuk rasa menentang rezim di bawah slogan "Revolusi Berlanjut!" , di Aleppo, Damaskus, Deraa dan Homs menyerukan kejatuhan Presiden Assad.
Menteri asing global – dengan hati-hati memuji "kemajuan nyata" gencatan senjata, mengatakan bahwa fokus sekarang adalah meyakinkan semua pihak untuk kembali ke perundingan perdamaian yang ditengahi PBB di Swiss yang sementara ditetapkan untuk Rabu depan.
"Kami ingin cepat kembali ke negosiasi di Jenewa, tapi dua syarat harus dipenuhi: akses bagi semua warga Suriah untuk bantuan kemanusiaan, dan rasa hormat penuh terhadap gencatan senjata," Jean-Marc Ayrault, menteri luar negeri Perancis, mengatakan pada pertemuan di Paris pada hari Jumat yang diadakan untuk membahas gencatan senjata.
Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam


