Clinton dan Sanders Salahkan Donald Trump atas Bentrokan dalam Unjuk Rasa di AS
WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Kandidat partai Demokrat Hillary Clinton dan Bernie Sanders hari Ahad (13/03/2016) menyalahkan kandidat terdepan Partai Republik, Donald Trump, karena menghasut kekerasan yang mengguncang aksi unjuk rasa di Chicago dan Kansas City, lansir Anadolu Agency, Senin (14/03/2016).
Komentar Demokrat tersebut muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan pada pertemuan balai kota di Ohio State University di Columbus yang disiarkan di televisi oleh CNN.
Clinton menyebut Trump "fanatik" dan menyatakan bahwa miliarder tersebut telah melakukan "pembakaran politik" dengan memicu perpecahan di negeri ini.
"Jelas bahwa Donald Trump menjalankan kampanye yang sangat sinis mengadu kelompok orang Amerika terhadap satu sama lain. Dia menyebarkan kebencian dan ketakutan," kata mantan Sekretaris Negara tersebut.
"Dia benar-benar menghasut kekerasan dengan cara mendesak para pendengarnya, berbicara tentang meninju orang, menawarkan untuk membayar tagihan hukum," tambahnya. "Anda tidak dapat membuat Amerika menjadi besar dengan menghancurkan segala sesuatu yang membuat Amerika besar".
Saingan Clinton, Senator Vermont Sanders, menyebut Trump seorang "patologis pembohong" dalam menanggapi tuduhan bahwa penyebab kekerasan dalam unjuk rasa Chicago adalah para pendukung Sanders.
"Saya sebenarnya ragu-ragu untuk mengatakan ini karena saya benar-benar tidak ingin meremehkan pejabat publik, namun Donald Trump adalah pembohong patologis," kata Sanders menambahkan bahwa orang memiliki hak untuk protes.
"Trump harus berbicara di TV dan memberitahu pendukungnya bahwa kekerasan dalam proses politik di Amerika tidak dapat diterima, titik," tambahnya.
Dia membanting kandidat terdepan partai Republik tersebut karena bersumpah untuk membayar biaya hukum dari seorang pria yang dituduh meninju pengunjuk rasa dalam unjuk rasa tersebut.
Sanders mencatat bahwa hal tersebut sama dengan "menghasut kekerasan".
Aksi Trump di Chicago pada hari Jumat, dan di Kansas City pada hari Sabtu terganggu akibat bentrokan. Trump terpaksa membatalkan pawai-nya di Chicago pada Jumat malam.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam


