Donald Trump Ancam Buat Kerusuhan Jika Dirinya Tidak Dicalonkan dalam Pemilu AS
NEW YORK (Jurnalislam.com) – Pelopor calon presiden dari Partai Republik Donald Trump mengatakan bahwa pendukungnya kemungkinan akan buat kerusuhan jika partainya menolak pencalonannya pada konvensi Juli nanti, Aljazeera melaporkan Kamis (17/03/2016).
Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Rabu (16/03/2016) setelah serangkaian kemenangan pemilu primer, Trump memperingatkan bahwa mungkin akan ada keributan besar jika dalam waktu singkat ia kalah hanya karena penghitungan delegasi dan kalah akibat melawan aturan.
Trump mungkin kalah karena tidak mencapai mayoritas yang diperlukan, sehingga partainya akan mengajukan nama lain pada konvensi di Cleveland untuk secara resmi memilih kandidatnya.
"Saya pikir Anda tidak bisa mengatakan bahwa kami tidak akan mendapatkan (kemenangan) secara otomatis. Saya pikir akan terjadi kerusuhan. Saya pikir akan terjadi kerusuhan. Saya mewakili banyak, banyak jutaan orang," katanya.
"Jika Anda mencabut hak orang-orang ini begitu saja, saya pikir Anda akan memiliki masalah yang belum pernah Anda lihat sebelumnya."
Setelah mencetak kemenangan besar di Florida, Illinois dan North Carolina, Trump saat ini merupakan satu-satunya kandidat untuk merebut nominasi Partai Republik sebelum konvensi partai pada bulan Juli. Tapi ia masih harus berusaha lebih baik di kontes mendatang untuk mendapatkan tambahan 1.237 delegasi yang diperlukan, sehingga beberapa lawannya masih memiliki sepotong harapan bahwa ia masih bisa dihentikan.
Sementara itu, Economist Intelligence Unit, sebuah organisasi penelitian Inggris, telah memperingatkan bahwa jika terpilih Trump jadi presiden, bisa memiliki dampak merusak terhadap ekonomi, perdagangan, dan menambahkan bahan bakar bagi serangan ekstrimis.
Trump masuk peringkat sebagai salah satu dari 10 risiko global dalam daftar terbaru pada hari Rabu.
"Dalam hal kemenangan Trump, sikap bermusuhannya untuk perdagangan bebas, dan keterasingan dari Meksiko dan Cina pada khususnya, bisa meningkat pesat menjadi perang dagang," kata organisasi tersebut.
"Kecenderungan militeristiknya terhadap Timur Tengah (dan larangan semua Muslim berkunjung ke AS) akan menjadi alat rekrutmen ampuh bagi kelompok jihad, dan meningkatkan ancaman mereka baik di dalam wilayah ini maupun sekitarnya."
Keputusan Trump untuk mundur dari perdebatan Republik berikutnya yang dijadwalkan hari Senin di Utah telah memaksa Fox News membatalkan acara tersebut setelah saingan Trump, calon presiden John Kasich mengatakan ia tidak akan berpartisipasi di dalam debat tanpa saingan terdepannya di panggung.
Trump mengatakan kepada Fox News, yang menjadi tuan rumah debat, dalam sebuah wawancara pada hari Rabu bahwa ia tidak akan muncul di acara tersebut karena ia pikir Partai Republik "sudah memiliki cukup banyak perdebatan".
Miliarder ini juga melewatkan perdebatan Fox News di Iowa pada bulan Januari di tengah keluhan bahwa ia telah dianiaya oleh jaringan media tersebut.
Dia telah lama bentrok dengan anchor (penyiar berita) Megyn Kelly dan menghidupkan kembali kritiknya pada hari Selasa, memanggilnya di Twitter "gila" dan "tidak waspada".
Debat Iowa berlangsung sesuai jadwal, meskipun Trump memutuskan untuk menyelenggarakan sebuah kampanye pada waktu yang sama.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam


