Internasional

Oposisi Suriah Bersikeras: Assad Harus Turun Sebelum Pemerintahan Transisi Dibentuk

JENEWA (Jurnalislam.com) – Perundingan perdamaian Suriah yang gagal menjawab pertanyaan tentang nasib Presiden Bashar al-Assad "ditakdirkan untuk lengser", juru bicara oposisi utama kelompok moderat yang terlibat dalam negosiasi mengatakan, lansir World Bulletin Rabu (06/04/2016).

Riad Nassan Agha, Komite Negosiasi Tinggi, mengatakan bahwa pembicaraan yang ditetapkan berlanjut pada 11 April di Jenewa harus fokus pada masa depan pemimpin Suriah.

"Jika negosiasi tidak membahas nasib Assad, itu akan membuang-buang waktu dan akan gagal," katanya Selasa malam (05/04/2016) di sebuah forum yang diselenggarakan oleh Al-Jazeera di Qatar.

PBB mengatakan putaran pembicaraan mendatang akan fokus pada rencana transisi politik untuk memimpin Suriah keluar dari perang saudara lima tahun yang brutal.

Agha mengatakan bahwa ia tidak berharap pembicaraan akan menghasilkan hasil yang positif karena negosiasi mengenai pembentukan pemerintah transisi hampir menemui "kebuntuan".

Negosiator dari rezim diharapkan untuk menghadiri pembicaraan tetapi hanya setelah selesainya pemilihan parlemen di negara itu pada 13 April.

Putaran pembicaraan sebelumnya bubar pada tanggal 24 Maret, tidak mampu membuat kemajuan nyata menuju solusi politik untuk perang yang menghancurkan di Suriah.

Pihak oposisi menginginkan Assad harus meninggalkan kekuasaan sebelum pemerintahan transisi disepakati, tetapi rezim mengatakan masa depannya tidak untuk didiskusikan.

Utusan PBB tentang Suriah, Staffan de Mistura, Selasa bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang negaranya merupakan pendukung utama Assad, di Moskow saat ia mempersiapkan untuk pembicaraan Jenewa.

De Mistura juga diharapkan untuk mengunjungi beberapa negara lain menjelang perundingan, termasuk Iran, Turki dan Arab Saudi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button